Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Modal Rp 50 Ribu, Sapi “Bagong” dari Nglipar Dibeli Presiden Rp 100 Juta untuk Kurban Idul Adha

Yusuf Bastiar • Jumat, 15 Mei 2026 | 20:45 WIB
Bermodal suntik IB seharga Rp 50 ribu, sapi milik Sugeng akhirnya dilirik Presiden Indonesia Prabowo Subianto untuk kurban Idul Adha. (Yusuf Bastiar/Radar Jogja)
Bermodal suntik IB seharga Rp 50 ribu, sapi milik Sugeng akhirnya dilirik Presiden Indonesia Prabowo Subianto untuk kurban Idul Adha. (Yusuf Bastiar/Radar Jogja)

GUNUNGKIDUL - Seekor sapi simmental berbobot 1.080 kilogram dengan panjang hampir tiga meter milik warga Padukuhan Kenteng, Ngalang, Gedangsari, Gunungkidul terpilih menjadi hewan kurban Presiden RI Prabowo Subianto. Menariknya, sapi bernama Bagong tersebut berawal dari modal inseminasi buatan (IB) senilai Rp 50 ribu. Pemilik sapi, Sugeng Hadi Prayitno mengaku tidak menyangka ternaknya dibeli presiden dengan harga mencapai Rp 100 juta.

Sapi itu dinamai Bagong. Murni dari anakan sapi yang dipelihara sendiri hasil inseminasi buatan. “Saya tidak beli bakalan. Modal awalnya cuma Rp 50 ribu untuk suntik IB,” beber Sugeng Jumat (15/5).

Baca Juga: PPPK Sleman Ditemukan Tewas dengan Sayatan di Leher, Polisi Sebut Tak Ada Sidik Jari pada Pisau

Sugeng menuturkan, Bagong merupakan hasil perkawinan indukan sapi miliknya melalui program IB sekitar tiga tahun lalu. Saat proses penyuntikan, sapi indukan langsung bunting pada percobaan pertama. Sejak lahir, kata Sugeng, Bagong dirawat secara intensif meski tanpa perlakuan khusus. Ia hanya mengatur pola makan dan asupan nutrisi agar pertumbuhan sapi optimal.

“Perawatan khusus sebenarnya tidak ada, tapi pola makan memang saya atur sejak kecil. Nutrisi untuk tulang dan kesehatan sapi juga diperhatikan,” katanya.

Baca Juga: Penjaga Warung Lengah, Modus Tukar Uang, Dua WNA Bawa Kabur Uang Jutaan Rupiah di Girisubo: Begini Kronologinya

Bagong kini berusia tiga tahun lebih satu bulan. Sapi jenis simmental tersebut tumbuh menjadi ternak jumbo dengan bobot lebih dari satu ton. Sugeng mengungkapkan, awal Mei lalu petugas dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul datang ke kandangnya untuk melakukan seleksi hewan kurban Presiden. Saat itu, ia mengusulkan dua ekor sapi simmental dengan bobot masing-masing 1.080 kilogram dan 1.025 kilogram. “Dari dua sapi itu ternyata yang dipilih cuma satu,” jelasnya.

Meski sudah puluhan tahun beternak sapi, Sugeng mengaku baru kali ini ternaknya terpilih menjadi hewan kurban Presiden RI. Ia merasa kaget sekaligus senang, sebab dirinya tak pernah menyangka sapi peliharaannya itu dibeli orang nomor satu di Indonesia. Ia mengatakan, sapi tersebut telah menjalani proses pemeriksaan kesehatan dan penimbangan resmi. Dalam waktu dekat, dirinya juga dijadwalkan menghadiri pertemuan bersama Pemprov DIY terkait proses penyerahan hewan kurban presiden.

Baca Juga: Penjaga Warung Lengah, Modus Tukar Uang, Dua WNA Bawa Kabur Uang Jutaan Rupiah di Girisubo: Begini Kronologinya

“Saya juga sudah diminta mengumpulkan fotokopi KTP, NPWP dan nomor rekening untuk proses transaksi,” sebutnya.

Meski belum mengetahui lokasi pasti penyaluran hewan kurban tersebut, Sugeng memastikan sapi Bagong akan disalurkan di wilayah Gunungkidul.

 

Sementara itu, putra Sugeng, Sigit Hermawan mengatakan, keluarganya sudah menekuni usaha peternakan sapi sejak 1981. Ia pun kini ikut membantu merawat puluhan sapi milik keluarganya. “Bapak sudah ternak sapi sejak saya belum lahir,” katanya.

 

Menurut dia, tidak ada perlakuan istimewa terhadap Bagong. Semua sapi dipelihara dengan pola yang sama karena 20 sapi berjenis simmental.

 

Sigit menjelaskan, sejak kecil Bagong sudah dibiasakan mengonsumsi komboran atau campuran pakan berbahan onggok dan hijauan. Porsi makan terus meningkat seiring pertumbuhan bobot tubuh sapi tersebut.

 

Menurut dia, nafsu makan Bagong tergolong stabil. Sehingga pertumbuhan bobot tubuhnya berlangsung optimal. “Dulu saat beratnya di bawah 900 kilogram, sekali makan sekitar 35 kilogram onggok. Sekarang bisa sampai 70 kilogram per hari,” tandasnya. (bas/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#simmental #kurban #idul adha #sapi #presiden