Triwulan Pertama Retribusi Wisata Tepus Tembus Rp 306 Juta, PAD Pariwisata Gunungkidul Sentuh 66,86 Persen
Yusuf Bastiar• Rabu, 13 Mei 2026 | 20:45 WIB
Kawasan Pantai Indrayanti dipadati wisatawan. (Yusuf Bastiar/Radar Jogja)
GUNUNGKIDUL - Kinerja sektor pariwisata di Kalurahan Tepus, Kapanewon Tepus menunjukkan tren positif pada triwulan pertama 2026. Hingga akhir Maret, realisasi penarikan retribusi dari dua pos wisata utama di wilayah tersebut telah menembus lebih dari Rp 306 juta dan menjadi salah satu penyumbang penting pendapatan daerah dari sektor pariwisata.
Lurah Tepus Hendra Pratapa mengatakan, capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi penguatan pendapatan asli daerah (PAD) maupun dana bagi hasil yang diterima kalurahan dari aktivitas wisata. “Pencapaian di awal tahun ini menjadi angin segar untuk mendukung pembangunan di Kalurahan Tepus,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (13/5).
Berdasarkan data pemerintah kalurahan, Pos Kalurahan Tepus atau Tepus Malam berhasil mencatat realisasi pendapatan sebesar Rp 246,5 juta atau 18,77 persen dari target tahunan. Sementara Pos Wisata Pok Tunggal membukukan pendapatan Rp 60.037.500 atau sekitar 18,22 persen dari target yang ditetapkan. Menurut Hendra, dana bagi hasil dari retribusi wisata nantinya akan dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, hingga peningkatan fasilitas kawasan wisata di Kalurahan Tepus.
“Kami terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan sekaligus memastikan penarikan retribusi berjalan transparan dan optimal,” katanya.
Ia optimistis capaian pendapatan wisata akan terus meningkat seiring tingginya antusiasme wisatawan yang berkunjung ke kawasan pantai selatan Gunungkidul. Pemerintah kalurahan, kata dia, juga terus berkoordinasi dengan Pemkab Gunungkidul dan pengelola wisata untuk memperkuat promosi destinasi.
“Harapannya tingkat kunjungan terus naik sehingga berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar,” imbuhnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) Gunungkidul Eko Nur Cahyo mengatakan, secara keseluruhan capaian PAD pariwisata Gunungkidul hingga 12 Mei 2026 telah mencapai Rp 24.113.816.340. jumlah tersebut setara 66,86 persen dari target PAD pariwisata tahun 2026 sebesar Rp 36.064.663.400.
“Capaian ini menjadi bukti semangat bersama dalam mengembangkan sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi daerah,” ujarnya.
Eko menyampaikan apresiasi kepada wisatawan, pelaku usaha, pengelola destinasi wisata, dan masyarakat yang terus mendukung perkembangan sektor pariwisata di Gunungkidul. Menurut dia, peningkatan pendapatan daerah dari sektor wisata harus dibarengi dengan upaya menjaga kenyamanan, kebersihan, serta keramahan destinasi agar pariwisata Gunungkidul semakin maju dan berkelanjutan.
“Pariwisata yang berkembang baik akan memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat,” tandasnya. (bas)