Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Saat Stok Mencukupi, Harga Cabai Rawit Merah di Gunungkidul Tembus Rp 80 Ribu per Kilo

Yusuf Bastiar • Rabu, 13 Mei 2026 | 04:05 WIB

 

Ilustrasi Cabai Rawit. (Jawapos.com)
Ilustrasi Cabai Rawit. (Jawapos.com)

 

 

GUNUNGKIDUL - Harga cabai rawit merah di pasar tradisional Kabupaten Gunungkidul melonjak tajam. Berdasarkan pantauan harga kebutuhan pokok per Senin kemarin (11/5), komoditas cabai rawit merah kini menembus Rp80 ribu per kilogram atau naik Rp15 ribu dibanding sebelumnya.

 

Kepala Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja Gunungkidul Kelik Yuniantoro mengatakan, kenaikan harga cabai rawit merah menjadi lonjakan tertinggi dibanding komoditas pangan lain di pasar tradisional.

Meski demikian, pemerintah memastikan kondisi tersebut bukan dipicu kelangkaan pasokan maupun meningkatnya permintaan menjelang Iduladha. Ia menyebut, stok cabai rawit merah di wilayah Gunungkidul hingga saat ini masih sangat mencukupi.

 Baca Juga: Dugaan Pelecehan Berujung Pembunuhan, Pria di Magelang Hajar Rekan Kerja Tunangan hingga Tewas  

“Pasokan cabai rawit merah di Gunungkidul sebenarnya melimpah dan tidak ada kelangkaan,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (12/5/2026).

 

Menurut Kelik, kenaikan harga lebih dipengaruhi fluktuasi harga dari pasar induk nasional yang menjadi pemasok utama komoditas hortikultura ke berbagai daerah, termasuk Gunungkidul. Ia menyebut, faktor utama kenaikan harga dikarenakan pengaruh harga dari pasar induk di Jakarta. Menurutnya, ketika harga di sana naik, lanjut dia, haha di daerah akan ikut terdampak.

 

Ia memastikan, kenaikan harga belum sampai mengganggu stabilitas pangan daerah karena distribusi dan stok komoditas masih aman. Pihaknya juga terus melakukan pemantauan harian untuk mengantisipasi lonjakan harga maupun potensi gangguan distribusi.

Baca Juga: Warga Kulon Progo Diminta Tak Mencuci Jeroan di Sungai Atau Perairan saat Idul Adha

 

“Kami setiap hari melakukan pengecekan fluktuasi harga dan ketersediaan barang agar jika ada persoalan bisa segera ditangani,” tandasnya.

 

Kepala Bidang Perdagangan Disdagnaker Gunungkidul Ris Heryani mengatakan, berdasarkan pemantauan harga rata-rata kebutuhan pokok di pasar tradisional Gunungkidul, selain cabai rawit merah, kenaikan juga terjadi pada cabai besar merah yang naik Rp5 ribu menjadi Rp50 ribu per kilogram serta bawang merah yang naik Rp5 ribu menjadi Rp45 ribu per kilogram.

Sementara beberapa komoditas lain justru mengalami penurunan harga. Cabai rawit hijau turun Rp5 ribu menjadi Rp45 ribu per kilogram.

 Baca Juga: Dari Kantong Pribadi, Bek Laskar Mataram Yusaku Yamadera Ajak Para Pemain EPA PSIM U-16 Nonton di Stadion

“Gula pasir curah juga turun Rp1.000 menjadi Rp16.500 per kilogram, sedangkan harga daging ayam turun Rp1.000 menjadi Rp36 ribu per kilogram,” terangnya.

 

Untuk komoditas lain, sambung dia, tercatat relatif stabil. Harga daging sapi bertahan di angka Rp145 ribu per kilogram, telur ayam ras Rp25 ribu per kilogram, beras premium Rp14.900 per kilogram, beras medium Rp13.200 per kilogram, minyak goreng premium Rp22 ribu per liter, serta Minyakita Rp15.500 per liter.

 Ia menegaskan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan harga terutama menjelang Hari Raya Iduladha. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan tidak terjadi gejolak pasar maupun kelangkaan bahan pokok.

 

“Sejauh ini stok kebutuhan pokok masih aman dan distribusi juga lancar,” tandasnya. (bas)

Editor : Heru Pratomo
#iduladha #cabai rawit merah #Gunungkidul #kelik #stok