GUNUNGKIDUL - Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul mencatat sedikitnya 38 jembatan di wilayah Bumi Handayani mulai mengalami kerusakan. Meski belum masuk kategori rusak berat, pemerintah daerah terus melakukan pemeliharaan rutin untuk menjaga keselamatan pengguna jalan.
Kepala Bidang Bina Marga DPUPRKP Gunungkidul Wadiyana mengatakan, kerusakan yang terjadi bervariasi mulai tingkat ringan hingga sedang. “Ada 38 jembatan yang mengalami kerusakan dengan kategori skala 1 sampai 3,” ujarnya Senin (11/5).
Menurut Wadiyana, penilaian kondisi jembatan menggunakan skala 1 hingga 5. Untuk skala 5 menunjukkan kondisi roboh total, sedangkan skala 4 masuk kategori rusak berat. Namun, kata dia, hingga saat ini, tidak ada jembatan di Gunungkidul yang masuk dalam dua kategori tersebut. Kendati kerusakannya sudah mulai terlihat, lanjut dia, belum sampai rusak berat dan masih aman dilintasi.
Sebagai langkah penanganan, DPUPRKP Gunungkidul mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,5 miliar pada tahun ini untuk pemeliharaan jalan dan jembatan.
Baca Juga: Road to MJM 2026, Bank Mandiri Dorong Dampak Sosial Berkelanjutan di Sepanjang Jalur Maraton
Salah satu proyek yang sedang berjalan yakni rehabilitasi Jembatan Jonge di Kalurahan Pacarejo, Kapanewon Semanu. Jembatan tersebut menjadi prioritas karena mengalami penurunan kondisi struktur akibat usia bangunan yang sudah tua. Wadiyana menambahkan, berdasarkan data pemerintah daerah terdapat ratusan jembatan yang tersebar di seluruh wilayah Gunungkidul. Dari jumlah tersebut, sebanyak 96 jembatan masih berada dalam kondisi baik.
“Kondisi tersebut menunjukkan jembatan di Gunungkidul tetap mampu mendukung aksesibilitas masyarakat,” sebutnya.
Sementara itu, Kepala DPUPRKP Gunungkidul Rakhmadian Wijayanto mengatakan, perbaikan Jembatan Jonge dinilai mendesak karena menjadi akses utama masyarakat sekaligus jalur menuju kawasan wisata. Menurut Rakhmadian, total anggaran rehabilitasi Jembatan Jonge mencapai Rp180 juta dengan target penyelesaian pada Juni mendatang. Struktur lama yang telah mengalami korosi kini diganti dengan konstruksi baru yang lebih kuat.
“Struktur jembatan sudah tua sehingga diganti baru. Lebarnya juga kami tambah dari empat meter menjadi lima meter,” katanya.
Hingga saat ini progres pengerjaan jembatan disebut telah mencapai sekitar 55 persen. Tahapan pembangunan mulai memasuki pemasangan rangka untuk pengecoran sebelum nantinya dilakukan pengaspalan. “Target Juni rampung, ini untuk mendukung mobilitas warga, jembatan ini juga menjadi akses menuju wisata Telaga Jonge dan Cave Tubing Kali Suci,” tandasnya. (bas/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita