GUNUNGKIDUL - Kabupaten Gunungkidul memastikan kesiapan stok hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 2026. Bahkan, Bumi Handayani mengalami surplus ribuan ekor sapi dan kambing yang diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat lokal hingga menyuplai daerah lain.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan, kondisi ketersediaan hewan kurban tahun ini berada dalam posisi aman dan melimpah. Berdasarkan hasil rekapitulasi yang dilakukan pemerintah kabupaten, stok sapi mencapai sekitar 11 ribu ekor, sedangkan kebutuhan diperkirakan hanya berkisar 4.000 hingga 4.500 ekor.
Baca Juga: DPRD Kulon Progo Soroti Kasus Pengunduran Diri Guru Berstatus JLOP, Banting Stir Jadi Pegawai SPPG
Selain itu, dari kebutuhan kambing kurban yang diperkirakan mencapai 16 ribu ekor, stok yang tersedia sekitar 26 ribu ekor.
Ini artinya Gunungkidul siap mendukung kebutuhan hewan kurban untuk wilayah lain di Jogjakarta, ujarnya saat ditemui seusai melakukan peninjauan di Pasar Hewan Siyono, Kamis pagi (7/5).
Menurut Endah, masyarakat tidak perlu ragu membeli hewan kurban ya g berasal dari Gunungkidul. Selain jumlahnya melimpah, lanjut dia, kesehatan ternak juga dipastikan terjaga melalui pengawasan ketat dari dinas terkait. "Kami memastikan hewan kurban dari Gunungkidul aman dan sehat. Ini menjadi keunggulan tersendiri karena pengawasan kesehatan ternak terus dilakukan, katanya.
Baca Juga: Sempat Alami Keracunan Diduga dari MBG, 18 Siswa SDN Kowang Bantul Sudah Pulih dan Kembali Ikuti KBM
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Rismiyadi menambahkan, pemerintah telah melakukan berbagai langkah preventif untuk menjaga kualitas hewan kurban. Seluruh ternak yang dipasarkan dipastikan telah mendapatkan vaksinasi dan pemeriksaan kesehatan.
Selain itu, pemkab juga memberikan edukasi kepada sekitar 300 ketua kelompok tani terkait nutrisi tanaman guna mendukung kesehatan ternak. Langkah tersebut dilakukan agar kualitas hewan tetap terjaga hingga waktu penyembelihan.
"Kami juga menyiapkan sekitar 100 dokter hewan untuk mendampingi proses penyembelihan agar sesuai prosedur dan higienis," jelasnya.
Pemkab Gunungkidul juga menggandeng Fakultas Peternakan dan Kedokteran Hewan UGM, dalam pengawasan kesehatan ternak menjelang Iduladha.
Di sisi lain, aktivitas perdagangan hewan di sejumlah pasar mulai meningkat. Di Pasar Hewan Siyono yang menjadi pusat perdagangan sapi, tercatat sekitar 700 ekor sapi diperjualbelikan setiap hari pasaran. Sedangkan di Pasar Semanu, perputaran kambing mencapai sekitar 900 ekor pada setiap pasaran.
Rismiyadi mengungkapkan, tren harga hewan kurban juga mulai bergerak naik menjelang Iduladha. Harga kambing yang sebelumnya sempat turun kini mulai merangkak naik, sementara harga sapi relatif stabil meski menunjukkan kenaikan bertahap.
"Harapannya harga tetap terkendali sampai hari H agar tidak memicu inflasi daerah," tandasnya. (bas/pra)
Editor : Heru Pratomo