Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Toko Man di Gunungkidul Pilih Marketing Nyeleneh, Pancing Perhatian lewat Banner Bukan Koperasi Desa Merah Putih

Yusuf Bastiar • Rabu, 6 Mei 2026 | 06:00 WIB
TAMPIL BEDA: Di tengah tren branding yang seragam, pendekatan berbeda seperti yang dilakukan Toko Man yang memiliki warna banner yang hampir sama dengan KDMP. (Yusuf Bastiar/Radar Jogja)
TAMPIL BEDA: Di tengah tren branding yang seragam, pendekatan berbeda seperti yang dilakukan Toko Man yang memiliki warna banner yang hampir sama dengan KDMP. (Yusuf Bastiar/Radar Jogja)

GUNUNGKIDUL - Strategi pemasaran tak biasa dilakukan sebuah warung kelontong di wilayah Kapanewon Semanu, Gunungkidul. Mengusung konsep marketing tingkat tinggi, Toko Man justru menarik perhatian publik lewat banner bertuliskan Bukan Koperasi Desa Merah Putih yang terpampang mencolok di depan toko.

Warung milik Sumantri Agung Wibowo ini beralamat di Padukuhan Kangkung B, Ngeposari, Semanu, Gunungkidul. Secara fisik, bangunan toko didominasi warna merah dan putih, dengan bentuk ruko memanjang yang sekilas menyerupai konsep bangunan koperasi desa.

Baca Juga: Jaga Ketahanan Pangan, Pemkot Jogja Siapkan Gerakan Pasar Murah Sasar 14 Kemantren hingga November

Banner besar berwarna merah putih yang dipasang di bagian atas toko menjadi daya tarik utama. Tulisan “BUKAN KOPERASI DESA MERAH PUTIH” terpampang tegas dengan huruf kapital. Dilengkapi alamat Kangkung B, Ngeposari, Semanu, Gunungkidul. 

Di sisi kiri banner terdapat logo “Toko Man” dengan slogan khas cerak, penak, grapyak. Sementara bagian bawahnya memuat sejumlah logo pendukung yang dibuat menyerupai format banner koperasi pada umumnya. Sementara di bagian pojok kanan, Sumantri dengan bangga memajang foto pribadinya lengkap dengan peci dan kemeja hitam.

Ia mengakui, konsep tersebut sengaja dibuat untuk memancing perhatian publik. Ia terinspirasi dari maraknya branding Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang belakangan ramai diperbincangkan. Ide tersebut muncul saat proses renovasi toko pada Maret 2026. Kala itu, banyak warga yang bertanya mengenai jenis usaha yang akan dibuka, mengingat tampilan bangunan yang identik dengan warna merah putih.

Baca Juga: Suasana Latihan Menyenangkan, PSS Sleman Fokus Pemulihan jelang Final

“Karena bangunannya merah putih, orang mengira ini KDMP. Akhirnya kami justru angkat itu jadi konsep marketing. Makanya sekalian saja kami buat banner yang beda, biar orang langsung ngeh,” ujarnya saat ditemui di toko, Selasa (5/5).

Ia menyebut strategi tersebut sebagai teknik ATM atau amati, tiru, modifikasi. Bentuk banner dibuat menyerupai template koperasi, namun judul utamanya diubah menjadi kalimat yang justru berlawanan. “Kalau biasanya ada tulisan koperasi desa, kami ganti jadi ‘bukan koperasi desa’. Itu yang bikin orang penasaran,” terangnya.

Baca Juga: Dana Desa Dipangkas, Honor Guru PAUD dan Kader Posyandu di Kulon Progo Tak Lebih dari Rp 200 Ribu

Meski secara produk tidak berbeda jauh dari toko kelontong pada umumnya, Toko Man mencoba menonjolkan identitas melalui branding. Nama Toko Man sendiri dipilih karena dinilai sederhana namun mudah diingat, terinspirasi dari salah satu merek besar luar negeri.

 

“Kalau toko kelontong biasanya pakai nama umum. Kami coba buat yang simpel tapi beda. Ditambah slogan ‘cerak, penak, grapyak’ biar terasa dekat dengan budaya lokal,” tambahnya.

 

Dari sisi dampak, Sumantri mengaku strategi tersebut cukup efektif menarik perhatian. Terutama dari luar daerah melalui media sosial. Namun, untuk konsumen lokal, peningkatan masih belum signifikan. Meski demikian, ia tetap optimistis pendekatan kreatif dalam pemasaran dapat menjadi nilai tambah di tengah persaingan usaha ritel skala kecil.

 

“Yang ramai justru dari luar, banyak yang lihat dari media sosial. Kalau di sekitar sini ada peningkatan, tapi belum terlalu besar,” pungkasnya. (bas/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#toko man #kangkung b #pemasaran #Koperasi Desa Merah Putih #Gunungkidul