Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Empat Komoditas Naik di Pasar Tradisional Gunungkidul, Harga Cabai dan Bawang Merah Picu Lonjakan

Yusuf Bastiar • Selasa, 5 Mei 2026 | 21:30 WIB
TERSEDIA: Penjual saat menjajakan berbagai macam komoditas pangan di Pasar Argosari Senin (20/4). (Yusuf Bastiar/Radar Jogja)
TERSEDIA: Penjual saat menjajakan berbagai macam komoditas pangan di Pasar Argosari Senin (20/4). (Yusuf Bastiar/Radar Jogja)

GUNUNGKIDUL - Perkembangan harga kebutuhan pokok di Kabupaten Gunungkidul menunjukkan dinamika pada awal Mei 2026. Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja (Disdagnaker) Gunungkidul mencatat empat komoditas yang mengalami kenaikan harga. Dengan cabai dan bawang merah menjadi penyumbang utama lonjakan.

Kepala Bidang Perdagangan Disdagnaker Gunungkidul Ris Heryani mengungkapkan, kenaikan paling mencolok terjadi pada cabai rawit merah yang kini menembus Rp 65.000 per kilogram atau naik Rp 15.000. Selain itu, cabai besar merah juga mengalami kenaikan menjadi Rp 45.000 per kilogram atau naik Rp 5.000.

Baca Juga: Jaga Ketahanan Pangan, Pemkot Jogja Siapkan Gerakan Pasar Murah Sasar 14 Kemantren hingga November

“Selain cabai, bawang merah juga mengalami kenaikan menjadi Rp 40.000 per kilogram atau naik Rp 4.000,” ujarnya kemarin (5/5).

Sementara itu, komoditas lain yang turut naik adalah daging ayam ras. Harga daging ayam tercatat berada di angka Rp 37.000 per kilogram atau mengalami kenaikan sekitar Rp 2.000 dibanding sebelumnya.

Baca Juga: Derby DIY Kembali, Pelatih PSIM Jogja Van Gastel Sambut Promosi PSS Sleman ke Super League

Ris menjelaskan, kenaikan harga sejumlah komoditas tersebut dipengaruhi oleh faktor pasokan dan permintaan pasar. Komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang cenderung fluktuatif, terutama dipengaruhi kondisi cuaca dan distribusi.

“Cabai memang komoditas yang sangat sensitif terhadap cuaca. Kalau pasokan berkurang, harga langsung naik,” jelasnya.

Di sisi lain, sejumlah komoditas kebutuhan pokok lainnya relatif stabil. Harga beras premium tercatat Rp 14.900 per kilogram, beras medium Rp 13.200 per kilogram, serta minyak goreng kemasan premium Rp 22.500 per liter. Minyak goreng curah juga stabil di angka Rp 22.000 per liter, sementara MinyaKita berada di kisaran Rp 15.500 per liter. 

Baca Juga: Dana Desa Dipangkas, Honor Guru PAUD dan Kader Posyandu di Kulon Progo Tak Lebih dari Rp 200 Ribu

Untuk komoditas protein, harga daging sapi masih stabil di angka Rp 145.000 per kilogram, dan telur ayam ras bertahan di Rp 25.000 per kilogram. Gula pasir curah juga relatif stabil di kisaran Rp 17.500 per kilogram. “Tercatat di kami beberapa komoditas mengalami penurunan harga, seperti cabai rawit hijau yang turun menjadi Rp 50.000 per kilogram dan bawang putih honan yang turun ke Rp 28.000 per kilogram,” rincinya.

 

Kepala Disdagnaker Gunungkidul Kelik Yuniantoro menegaskan, pihaknya terus melakukan pemantauan harga secara rutin di pasar tradisional maupun titik distribusi lainnya. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga dan mengantisipasi lonjakan yang berpotensi memberatkan masyarakat.

 

“Kami terus melakukan monitoring dan koordinasi dengan pelaku pasar. Jika terjadi lonjakan signifikan, akan kami lakukan intervensi sesuai kewenangan,” katanya.

 

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap bijak dalam berbelanja. Serta tidak melakukan pembelian berlebihan yang dapat memicu ketidakstabilan harga di pasaran. “Terutama menjelang momen hari besar keagamaan yang biasanya diikuti peningkatan permintaan bahan pokok,” sebutnya. (bas/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#kenaikan harga #Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja (Disdagnaker) Gunungkidul #disgdagnaker gunungkidul #cabai #komoditas