Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

PAD Pertanian Gunungkidul Lampaui Target Triwulan I, Optimistis Tercapai di Akhir Tahun

Yusuf Bastiar • Senin, 4 Mei 2026 | 09:10 WIB
Para petani punk Gunungkidul saat menggarap lahan pertaniannya. (Dokumen Komunitas Petani Punk Gunungkidul)
Para petani punk Gunungkidul saat menggarap lahan pertaniannya. (Dokumen Komunitas Petani Punk Gunungkidul)
 
 
GUNUNGKIDUL - Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul pada Triwulan I Tahun Anggaran 2026 menunjukkan tren positif. Hingga akhir triwulan pertama, capaian pendapatan tidak hanya berada di jalur yang tepat, tetapi juga melampaui target triwulanan yang telah ditetapkan.
 
Hal tersulit dikonfirmasi langsung oleh Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Raharjo Yuwono. Ia menjelaskan, pada triwulan pertama 2026 realisasi PAD di sektor pertanian dan pangan tercatat sebesar Rp 369.197.830 atau 24,5 persen dari target tahunan Rp 1.505.000.000.
 
Meski secara persentase masih di bawah 25 persen, capaian tersebut dinilai positif karena telah melampaui rencana penerimaan Triwulan I sebesar Rp 251.827.750.
 
Baca Juga: Konsumsi Protein Belum Maksimal, Pemkot Jogja Perkuat Program Gembrot untuk Tekan Prevalensi Stunting
 
“Kalau dibandingkan target triwulan, realisasi ini sudah melampaui. Artinya kinerja pendapatan di awal tahun berjalan dengan baik,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (3/5/2026).
 
Raharjo menambahkan, secara umum pola penerimaan PAD memang cenderung meningkat secara bertahap. Kontribusi terbesar biasanya terjadi pada Triwulan II hingga IV. Karena itu, lanjut dia, capaian 24,5 persen pada Triwulan I dinilai sebagai modal awal yang kuat untuk mencapai target tahunan.
 
“Ini juga menjadi indikator bahwa strategi pengelolaan dan optimalisasi sumber pendapatan yang dilakukan sudah berjalan efektif,” imbuhnya.
 
Baca Juga: Kemungkinan Dipasang setelah Waisak, Chattra Simbol Penghormatan, Perlindungan, dan Pencapaian Amalan Tertinggi
 
Berdasarkan rencana penerimaan per bulan, target pendapatan menunjukkan tren meningkat setelah Triwulan I. Pada Januari ditargetkan Rp 87.531.750, Februari Rp 81.513.000, dan Maret Rp 82.783.000. Memasuki Triwulan II, target mulai naik signifikan, yakni April Rp 129.695.250, Mei Rp 129.241.000, dan Juni Rp 141.809.000.
 
Kenaikan berlanjut pada Triwulan III, dengan target Juli Rp 169.898.000, Agustus Rp 178.458.250, dan September Rp 135.766.000. Sementara pada Triwulan IV, target ditetapkan Oktober Rp 147.352.750, November Rp 168.601.000, dan Desember Rp 52.351.000.
 
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Rismiyadi menegaskan, pihaknya akan terus mendorong peningkatan kinerja pendapatan pada triwulan berikutnya. Langkah tersebut dilakukan melalui optimalisasi layanan, penguatan sektor pertanian, serta pemanfaatan potensi daerah secara berkelanjutan.
 
Baca Juga: Partai Ummat Konsolidasi Nasional di Sleman, Targetkan Menang Pemilu 2029 dan Gunakan Teknologi AI
 
Ia berharap tren positif ini dapat terus terjaga, sehingga sektor pertanian tidak hanya berperan dalam menjaga ketahanan pangan, tetapi juga menjadi salah satu penopang utama pendapatan daerah.
 
“Dengan capaian awal yang positif ini, kami optimistis target PAD tahun 2026 dapat dicapai secara bertahap sesuai perencanaan,” tandasnya. (bas)
Editor : Heru Pratomo
#pad pertanian #PAD #Gunungkidul #triwulan #pangan