GUNUNGKIDUL – Harga cabai rawit hijau di Gunungkidul melonjak hingga Rp 58 ribu per kilogram (kg), naik Rp 8 ribu dari sebelumnya. Di sisi lain, harga telur ayam ras dan daging ayam justru mengalami penurunan.
Berdasarkan pantauan harga Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja (Disdagnaker) Gunungkidul, kenaikan juga terjadi pada bawang merah yang kini berada di angka Rp 36 ribu per kg, naik Rp 1.000.
\Sebaliknya, harga cabai rawit merah turun menjadi Rp 50 ribu per kg atau turun Rp 5 ribu. Telur ayam ras juga turun Rp 1.000 menjadi Rp 25 ribu per kg.
“Penurunan serupa terjadi pada daging ayam yang kini dijual rata-rata Rp 35 ribu per kg setelah turun Rp 1.000,” ujar Kepala Bidang Perdagangan Disdagnaker Gunungkidul Ris Heryani, Rabu (29/4/2026).
Ia mengatakan, perubahan harga komoditas dipengaruhi pasokan dari daerah produsen dan tingginya permintaan pasar.
Komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang menjadi yang paling cepat bergerak mengikuti kondisi distribusi.
“Fluktuasi harga ini masih dalam batas wajar. Kami terus melakukan pemantauan rutin di pasar-pasar tradisional agar perkembangan harga bisa terdeteksi sejak dini,” terangnya.
Selain komoditas tersebut, harga beras premium masih stabil di angka Rp 14.900 per kg, beras medium Rp 13.200 per kg, gula pasir curah Rp 17.500 per kg, serta minyak goreng curah Rp 22 ribu per liter.
Baca Juga: Ikut Terdampak Kenaikan BBM, Dishub Bantul Jadwalkan Perbaikan Lampu Jalan secara Bergilir
Harga minyak goreng premium tercatat naik tipis Rp 500 menjadi Rp 22.500 per liter.
Sementara itu, Kepala Disdagnaker Gunungkidul Kelik Yuniantoro menegaskan, pemkab terus berupaya menjaga stabilitas harga bahan pokok melalui koordinasi dengan distributor dan pelaku usaha. Jika ditemukan lonjakan ekstrem, langkah intervensi akan segera dilakukan.
“Kami ingin masyarakat tetap mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau. Karena itu pemantauan dan koordinasi terus kami intensifkan,” katanya.
Baca Juga: Pemkab Kulon Progo Kejar Target Amankan Kuota 10 Ribu Sertifikat Halal Gratis
Menurutnya, momentum pascalibur panjang maupun perubahan musim kerap memengaruhi distribusi dan pasokan.
Karena itu masyarakat diminta tidak melakukan pembelian berlebihan agar harga tetap terkendali. Ia memastikan stok kebutuhan pokok di wilayah nya secara umum masih aman dan mencukupi.
“Ya, tentunya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam waktu dekat,” imbuhnya. (bas/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita