Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Zakat ASN Pemkab Gunungkidul Tembus Rp 1,14 Miliar, Tersalurkan ke 6.090 Penerima Manfaat

Yusuf Bastiar • Senin, 27 April 2026 | 21:45 WIB
Zakat dari kalangan ASN di lingkungan pemkab Gunungkdiul yang disalurkan melalui Baznas Gunungkidul tembus Rp 1,14 miliar. (Yusuf Bastiar/Radar Jogja)
Zakat dari kalangan ASN di lingkungan pemkab Gunungkdiul yang disalurkan melalui Baznas Gunungkidul tembus Rp 1,14 miliar. (Yusuf Bastiar/Radar Jogja)
 
GUNUNGKIDUL - Kepedulian aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melalui zakat profesi terus menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat. Sepanjang triwulan I 2026, penghimpunan zakat dari kalangan ASN yang disalurkan melalui Baznas Gunungkidul menembus Rp 1,14 miliar. Dana tersebut menjadi kontribusi terbesar dalam pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di Gunungkidul, sekaligus telah tersalurkan kepada 6.090 penerima manfaat.
 
Besarnya partisipasi ASN itu dinilai menjadi bukti meningkatnya kesadaran pegawai pemerintah daerah dalam menunaikan kewajiban zakat melalui lembaga resmi. Dana yang terkumpul kemudian dikelola dan dikembalikan kepada masyarakat melalui berbagai program sosial, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi.
 
Baca Juga: Dipangkas Lagi, Anggaran BBM Kendaraan Dinas di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul Hanya Tersisa 20 Persen
 
Wakil Ketua Baznas Gunungkidul Mamad Solihin mengatakan, zakat profesi dari ASN masih menjadi tulang punggung penghimpunan dana ZIS di Kabupaten Gunungkidul. Karena itu, pihaknya berupaya menjaga transparansi dan akuntabilitas agar kepercayaan para muzaki terus meningkat.
 
“Kontribusi ASN sangat besar. Dana yang dihimpun dari para pegawai ini kami salurkan kembali kepada masyarakat yang membutuhkan melalui berbagai program kemanfaatan,” ujarnya kepada wartawan Senin (27/4).
 
Berdasarkan laporan pengelolaan triwulan I 2026, total penghimpunan ZIS di Gunungkidul mencapai Rp 1,62 miliar. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp 1,14 miliar berasal dari zakat ASN Pemkab Gunungkidul serta pegawai di lingkungan BUMD. Sisanya, kata dia, berasal dari infak masyarakat umum, zakat perorangan, serta sumber penghimpunan lain.
 
Baca Juga: Solusi Maraknya Kekerasan hingga Pelanggaran Hukum Siswa SMP di Magelang, 100 Pelajar Ikuti Kemah Karakter di Rindam Diponegoro
 
Sementara itu, dana yang telah disalurkan sepanjang Januari hingga Maret 2026 mencapai Rp 978,7 juta. Penyaluran dilakukan kepada kelompok mustahik sesuai ketentuan syariah, yakni fakir, miskin, gharim, ibnu sabil, sabilillah, serta kebutuhan operasional kelembagaan amil.
 
Ketua Baznas Gunungkidul Mustangid menjelaskan, kelompok penerima manfaat terbesar berasal dari masyarakat miskin dengan jumlah 5.459 orang. Selain itu, bantuan juga diberikan kepada 620 penerima program sosial keagamaan, tujuh fakir, serta kelompok penerima lainnya yang tersebar di seluruh kapanewon.
 
“Ini menunjukkan zakat ASN benar-benar dirasakan masyarakat. Semakin tinggi partisipasi muzaki, maka manfaat yang diterima warga juga semakin luas,” katanya.
 
Baca Juga: Pantau Proses Distribusi, Tim Pengawasan Pupuk Sleman Dihidupkan Kembali Tahun Ini
 
Menurut dia, bentuk bantuan yang diberikan tidak hanya berupa santunan tunai. Dana zakat juga digunakan untuk beasiswa siswa kurang mampu, bantuan biaya berobat, rehab rumah tidak layak huni, bantuan modal usaha mikro, bantuan korban musibah, hingga kebutuhan mendesak masyarakat miskin. Ia menyebut, Baznas juga terus mendorong program pemberdayaan agar penerima bantuan tidak selamanya bergantung pada santunan. Melalui bantuan usaha dan pendampingan, warga diharapkan mampu mandiri secara ekonomi.
 
Ke depan, kata dia, Baznas berharap partisipasi ASN maupun masyarakat umum dalam menyalurkan zakat melalui lembaga resmi terus meningkat. Sebab, potensi zakat di Gunungkidul dinilai masih sangat besar dan dapat menjadi instrumen penting untuk menekan angka kemiskinan serta memperkuat kesejahteraan warga.
 
“Semangat gotong royong melalui zakat harus terus dijaga. Dari ASN untuk masyarakat, dan manfaatnya kembali dirasakan warga Gunungkidul,” tandas Mustangid. (bas)
Editor : Sevtia Eka Novarita
#zakat profesi #Aparatur Sipil Negara (ASN) #Baznas Gunungkidul #Pemerintah Kabupaten Gunungkidul #penerima manfaat