GUNUNGKIDUL - Peluang jemaah cadangan calon haji asal Gunungkidul tahun ini terbuka lebar. Sebanyak 60 orang yang masuk daftar cadangan dipastikan dapat berangkat ke Tanah Suci menyusul adanya kuota reguler dan prioritas lansia yang tidak melanjutkan tahapan keberangkatan.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Gunungkidul Taufik Ahmad Soleh mengatakan, sejak awal pihaknya telah menyiapkan sekitar 90 jemaah cadangan. Namun dari jumlah tersebut, hanya 60 orang yang siap mengikuti seluruh proses administrasi dan pemberkasan. “Dan tahun ini semuanya bisa berangkat,” ujarnya Senin (27/4).
Menurut dia, terbukanya kesempatan bagi jemaah cadangan terjadi karena sebagian jemaah kuota reguler maupun prioritas lansia memilih menunda keberangkatan atau tidak melanjutkan proses. Ia mencontohkan, salah satunya pasangan suami istri. Pihak istri menunda keberangkatan karena sedang berduka atas kepergian suaminya. Sehingga, sambung Taufik, slot dapat digantikan pasangan cadangan yang siap berangkat.
Ia menjelaskan, selama kuota Kabupaten Gunungkidul belum terpenuhi, jemaah cadangan yang telah melengkapi syarat sewaktu-waktu dapat menggantikan jemaah utama yang batal berangkat karena sakit, meninggal dunia, atau alasan lain. “Tentu yang bisa menggantikan adalah yang sudah melunasi biaya perjalanan haji, lolos pemeriksaan kesehatan, dan dokumennya lengkap,” jelasnya.
Baca Juga: Pantau Proses Distribusi, Tim Pengawasan Pupuk Sleman Dihidupkan Kembali Tahun Ini
Secara keseluruhan, sebanyak 361 jemaah haji asal Gunungkidul telah memenuhi seluruh persyaratan keberangkatan tahun ini. Mereka akan diberangkatkan dalam empat kelompok terbang (kloter). Sebagian jemaah telah mulai diberangkatkan. Pada kloter lima, dua jemaah Gunungkidul telah bergabung dengan rombongan asal Sleman. Sementara satu jemaah lain masuk kloter enam bersama jemaah dari Kota Jogja.
Rombongan utama Gunungkidul dijadwalkan berangkat melalui kloter 10 pada 3 Mei. “Sedangkan empat jemaah lainnya tergabung di kloter 26 sebagai kloter terakhir,” rinci Taufik.
Baca Juga: Kawal Aspirasi Gen Z, BM PAN DIY Siapkan Kepengurusan Baru yang Lebih Responsif
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Ismono memastikan, seluruh calon jemaah haji telah menjalani rangkaian vaksinasi sebagai syarat kesehatan sebelum keberangkatan. Vaksin Covid-19 diberikan kepada 25 jemaah yang sebelumnya belum pernah menerima vaksin. Selain itu, vaksin influenza sebagai vaksin pilihan diikuti 310 calon jemaah haji. Sebelumnya, seluruh jemaah juga telah menjalani vaksinasi meningitis dan polio.
“Vaksinasi ini penting untuk meningkatkan perlindungan kesehatan jemaah karena ibadah haji memiliki mobilitas tinggi dan risiko penularan penyakit cukup besar,” katanya.
Pihaknya mengimbau seluruh jemaah menjaga kondisi tubuh menjelang keberangkatan. Rutin mengonsumsi obat bagi penderita penyakit kronis, serta menerapkan pola hidup sehat agar dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar. (bas/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita