GUNUNGKIDUL - Kondisi memprihatinkan SD Negeri Kepek 1 Saptosari yang mengalami kerusakan sejumlah bangunan akhirnya mendapat perhatian Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul.
Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul Nunuk Setyowati menyebut, hasil pengecekan di lapangan, kata Nunuk, kendala utama perbaikan sekolah tersebut ternyata berada pada data pokok pendidikan (Dapodik) yang tidak diperbarui dalam beberapa tahun terakhir.
Akibatnya, tingkat kerusakan sekolah dalam sistem hanya tercatat 21 persen sehingga sulit masuk skala prioritas pembangunan. “Dari sekolah tidak meng-update beberapa tahun terakhir, sehingga di sistem kerusakannya hanya 21 persen,” ujar Nunuk saat dihubungi, Jumat (17/4).
Menurut dia, jika angka kerusakan dalam sistem rendah, maka peluang memperoleh program rehabilitasi bangunan menjadi kecil. Sebab, penentuan prioritas pembangunan salah satunya mengacu pada data resmi yang masuk melalui dapodik. “Kalau yang dilaporkan hanya 21 persen, sampai kapan pun akan susah masuk prioritas pembangunan,” tegasnya.
Selain pembaruan data, pihak sekolah juga diminta segera menyusun proposal pengajuan rehab gedung agar proses penanganan dapat segera ditindaklanjuti. “Kepala sekolahnya kan baru. Saya sudah minta segera update dapodik dan membuat proposal perbaikan untuk diajukan ke dinas pendidikan,” imbuhnya.
Sementara itu, saat ditemui di sekolahnya sebelum Dinas Pendidikan Gunungkidul melakukan tinjauan langsung, Kepala sekolah SD Negeri Kepek 1 Marsum mengaku, sebelumnya bangunan sekolah yang rusak pernah disurvei petugas dari dinas pendidikan pada 2025.
Kunjungan itu dilakukan setelah atap bangunan perpustakaan ambruk sekitar setahun lalu. Namun, sambung Maksu, hingga kini belum ada tindak lanjut pembangunan. “Dulu waktu atap perpustakaan ambruk, orang dinas sudah datang ke sini dan melakukan survei. Tapi sampai sekarang kami belum tahu apakah masuk prioritas rehab atau belum,” katanya.
Menurut Marsum, usulan perbaikan sebenarnya sudah pernah diajukan. Namun, sekolah belum mendapatkan alokasi rehab sehingga kerusakan terus bertambah parah. Bahkan, beberapa ruangan kini tidak lagi bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
“Kami sudah usulkan rehab, tapi belum dapat jatah. Akhirnya keburu ambruk tahun kemarin. Dari pas surve tahunalu itu kondisinya ya suda seperti ini,” ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, SD Negeri Kepek 1 saat ini memiliki lima ruangan rusak berat dari total 12 ruang yang ada. Sebagian siswa terpaksa belajar berpindah ruangan, bahkan menggunakan mushola sebagai kelas darurat. (bas/pra)
Editor : Heru Pratomo