Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Data Dapodik Tak Diperbarui Jadi Kendala Rehab SDN Kepek 1 Saptosari Tak Kunjung Terealisasi

Yusuf Bastiar • Sabtu, 18 April 2026 | 03:30 WIB
Yusuf Bastiar/Radar Jogja: Siswa SD Kepek 1 Saptosari sedang menyantap menu MBG tepat di depan gedung perpustakaan yang rusak parah.
Yusuf Bastiar/Radar Jogja: Siswa SD Kepek 1 Saptosari sedang menyantap menu MBG tepat di depan gedung perpustakaan yang rusak parah.

 

 

GUNUNGKIDUL - Kondisi memprihatinkan SD Negeri Kepek 1 Saptosari yang mengalami kerusakan sejumlah bangunan akhirnya mendapat perhatian Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul.

 

Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul Nunuk Setyowati menyebut, hasil pengecekan di lapangan, kata Nunuk, kendala utama perbaikan sekolah tersebut ternyata berada pada data pokok pendidikan (Dapodik) yang tidak diperbarui dalam beberapa tahun terakhir.

Akibatnya, tingkat kerusakan sekolah dalam sistem hanya tercatat 21 persen sehingga sulit masuk skala prioritas pembangunan. “Dari sekolah tidak meng-update beberapa tahun terakhir, sehingga di sistem kerusakannya hanya 21 persen,” ujar Nunuk saat dihubungi, Jumat (17/4).

 Baca Juga: Kulon Progo Berangkatkan 384 Calon Jamaah Haji, Terbagi Tiga Kloter: Jamin Keamanan dan Kenyamanan di Tengah Konflik Timur Tengah

Menurut dia, jika angka kerusakan dalam sistem rendah, maka peluang memperoleh program rehabilitasi bangunan menjadi kecil. Sebab, penentuan prioritas pembangunan salah satunya mengacu pada data resmi yang masuk melalui dapodik. “Kalau yang dilaporkan hanya 21 persen, sampai kapan pun akan susah masuk prioritas pembangunan,” tegasnya.

 

Selain pembaruan data, pihak sekolah juga diminta segera menyusun proposal pengajuan rehab gedung agar proses penanganan dapat segera ditindaklanjuti. “Kepala sekolahnya kan baru. Saya sudah minta segera update dapodik dan membuat proposal perbaikan untuk diajukan ke dinas pendidikan,” imbuhnya.

 

Sementara itu, saat ditemui di sekolahnya sebelum Dinas Pendidikan Gunungkidul melakukan tinjauan langsung, Kepala sekolah SD Negeri Kepek 1 Marsum mengaku, sebelumnya bangunan sekolah yang rusak pernah disurvei petugas dari dinas pendidikan pada 2025.

Baca Juga: Akhirnya Ditangkap Polisi, Keliling SPBU SM Gunakan Teknik Sedot Tangki Motor Kumpulkan 210 Liter Pertalite

Kunjungan itu dilakukan setelah atap bangunan perpustakaan ambruk sekitar setahun lalu. Namun, sambung Maksu, hingga kini belum ada tindak lanjut pembangunan. “Dulu waktu atap perpustakaan ambruk, orang dinas sudah datang ke sini dan melakukan survei. Tapi sampai sekarang kami belum tahu apakah masuk prioritas rehab atau belum,” katanya.

 

Menurut Marsum, usulan perbaikan sebenarnya sudah pernah diajukan. Namun, sekolah belum mendapatkan alokasi rehab sehingga kerusakan terus bertambah parah. Bahkan, beberapa ruangan kini tidak lagi bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

“Kami sudah usulkan rehab, tapi belum dapat jatah. Akhirnya keburu ambruk tahun kemarin. Dari pas surve tahunalu itu kondisinya ya suda seperti ini,” ujarnya.

 

Seperti diberitakan sebelumnya, SD Negeri Kepek 1 saat ini memiliki lima ruangan rusak berat dari total 12 ruang yang ada. Sebagian siswa terpaksa belajar berpindah ruangan, bahkan menggunakan mushola sebagai kelas darurat. (bas/pra)

 

Editor : Heru Pratomo
#Gunungkidul #dapodik #dinas pendidikan #SDN Kepek #Saptosari