Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

WFH Hari Pertama di Gunungkidul Langit Mendung, Lampu Kantor Masih Banyak Menyala

Yusuf Bastiar • Jumat, 10 April 2026 | 21:56 WIB
Penggunaan listrik berupa lampu penerang saat siang hari di lingkungan perkantoran Pemkab Gunungkidul dilatarbelakangi cuaca mendung. (Yusuf Bastiar/Radar Jogja)
Penggunaan listrik berupa lampu penerang saat siang hari di lingkungan perkantoran Pemkab Gunungkidul dilatarbelakangi cuaca mendung. (Yusuf Bastiar/Radar Jogja)

GUNUNGKIDUL - Hari pertama penerapan kebijakan work from home (WFH) di lingkungan Pemkab Gunungkidul berlangsung relatif lengang.

Aktivitas perkantoran terlihat menurun, namun upaya efisiensi energi belum sepenuhnya optimal.

Sejumlah lampu penerangan di kompleks perkantoran masih tampak menyala. Terutama di bagian luar ruangan.

Hal ini dikarenakan langit Gunungkidul gelap mendung sejak pagi hari.

Pantauan Radar Jogja, suasana di lingkungan Pemkab Gunungkidul lebih sepi dibanding hari kerja biasa pada Jumat siang (10/4/2026).

Lalu lalang pegawai terlihat minim. Kendati demikian, di sejumlah ruang perkantoran yang sebagian berkonsep terbuka dan mendapat pencahayaan alami, lampu masih banyak yang menyala. 

Baca Juga: PSIM Jogja Tumbang Dramatis di Kandang, PSM Makassar Bangkit di Momen Injury Time

Hampir setiap ruangan terlihat menggunakan penerangan listrik, terutama di area lorong dan sudut ruangan yang tidak terpapar cahaya matahari langsung.

Namun di beberapa ruangan yang tidak digunakan, lampu sudah dalam kondisi mati.

Di ruang rapat Sekda Gunungkidul di dalam ruang kerja Sri Suhartanta, lampu awalnya dalam kondisi mati.

Namun saat Sekda Sri Suhartanta bersama Radar Jogja memasuki ruangan, ia sempat menyalakan sebagian lampu utama.

Dari empat lampu berukuran besar yang tersedia, hanya dua yang ia hidupkan. 

Usai wawancara, sekda tampak langsung mematikan kembali seluruh lampu sebelum meninggalkan ruangan.

Sri Suhartanta menegaskan, kebijakan efisiensi energi telah diatur dalam SE Bupati Gunungkidul Nomor 26 Tahun 2026 tentang sistem kerja pegawai. 

Baca Juga: Potret Pendidikan di Kulon Progo, Satu Guru Mengajar 18 Kelas; Suharyadi dalam Satu Hari Bisa Enam Kelas, dari Pagi hingga Sore

Pada poin 11 huruf d, kata dia, selain penyesuaian pelaksanaan tugas kedinasan, setiap organisasi perangkat daerah (OPD) harus melakukan langkah-langkah efisiensi penggunaan energi listrik, gas, air, dan lainnya di lingkungan perkantoran secara lebih bijak.

"Selain penyesuaian kerja, kami juga minta OPD melakukan efisiensi penggunaan listrik, air, dan bahan bakar.

Ini sudah kami imbau dalam edaran,” ujarnya saat ditemui Jumat siang (10/4/2026).

Ia menyebut, langkah efisiensi tidak hanya terbatas pada listrik, tetapi juga penggunaan bahan bakar minyak (BBM) untuk kegiatan dinas.

Salah satunya dengan mendorong perjalanan dinas dilakukan secara bersama-sama.

"Kalau keluar harus rombongan untuk menghemat BBM. Intinya semua diarahkan untuk efisiensi,” tegasnya.

Baca Juga: Jean Paul van Gastel Akui Belum Aman dari Zona Degradasi di BRI Super League 2025/2026

Suhartanta mengakui, penerapan kebijakan hemat energi membutuhkan perubahan pola pikir atau, kata dia, revolusi mental di kalangan ASN.

Menurutnya, penerapan ini harus dibiasakan agar menjadi gaya hidup hemat energi.

Evaluasi terhadap pelaksanaan WFH dan efisiensi energi akan dilakukan setelah dua bulan berjalan.

“Ini bagian dari pembelajaran transformasi budaya kerja. Kami harap ASN bisa taat,” tambahnya.

Sementara itu, pantauan di Kantor Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, di ruang pelayanan utama, dari empat lampu kecil yang terpasang, hanya satu yang aktif.

Namun secara keseluruhan, masih terlihat beberapa titik penerangan digunakan untuk mendukung aktivitas pegawai.

Kondisi cuaca yang mendung sejak pagi hingga sore di wilayah Wonosari juga menjadi salah satu faktor penggunaan lampu di siang hari.

Bahkan sempat terjadi gerimis ringan sebanyak tiga kali.

Baca Juga: WFH bagi Pegawai di Gunungkidul Diterapkan;  Harus di Rumah saat Jam Kerja, Keluyuran tanpa Alasan Kedinasan Disanksi Tegas

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Rismiyadi mengatakan, pihaknya sejak lama telah menerapkan kebiasaan hemat energi.

Pegawai didorong meminimalkan penggunaan kendaraan pribadi serta mematikan perangkat listrik yang tidak digunakan. 

Ketika ditanya alasan penggunaan lampu pada siang hari, Rismiyadi menjawab hal itu dilakukan agar menunjang aktivitas perkantoran.

Sebab, kata dia, kondisi mendung akan berdampak pada suasana gelap di dalam kantor.

“Ya ini mendung dari pagi hingga sore. Untuk listrik seperti AC dan lampu, kalau tidak dipakai memang dimatikan.

Ini sudah kami biasakan sejak lama,” katanya.

Baca Juga: Kades Sambeng Menghilang sejak Desember 2025, Pelayanan Desa Tetap Berjalan

Ia menambahkan, belum ada aturan teknis yang mengatur secara rinci jumlah penggunaan lampu atau perangkat listrik lainnya selama WFH.

Namun, pihaknya akan mempertegas imbauan penghematan energi kepada seluruh pegawai. 

"Nanti akan kami tegaskan lagi, terutama untuk penghematan listrik, AC, dan BBM. Prinsipnya mengikuti arahan pemerintah,” tandasnya. (bas/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
#WFH Hari Pertama #Sri Suhartanta #Work From Home #whf