GUNUNGKIDUL - Kinerja sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul menunjukkan tren positif pada triwulan pertama 2026. Pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi pariwisata tercatat menembus Rp 15,7 miliar hingga akhir Maret.
Sesuai data Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) Gunungkidul mencatat, perolehan PAD pada Januari mencapai Rp 6.569.640.800. Angka tersebut sempat turun pada Februari menjadi Rp 3.288.895.655, sebelum kembali melonjak pada Maret sebesar Rp 5.882.242.050.
Baca Juga: Pensiunan Capai 400 Orang, Pemkab Bantul Hanya Akan Ajukan Sekitar 100 Formasi CPNS di Tahun Ini
Sekretaris Disparekrafpora Gunungkidul Eko Nur Cahyo mengatakan, fluktuasi tersebut dipengaruhi oleh pola kunjungan wisatawan, terutama momentum libur panjang dan akhir pekan. “Secara rata-rata kita masih berada di angka sekitar Rp 5 miliar per bulan. Ini menunjukkan sektor pariwisata tetap menjadi penopang utama PAD Gunungkidul,” ujarnya Rabu (1/4).
Dari sisi kunjungan, lanjutnya, jumlah wisatawan selama tiga bulan pertama 2026 mencapai 1.265.052 orang. Rinciannya, Januari sebanyak 520.950 pengunjung, Februari 265.833, dan Maret kembali meningkat menjadi 478.269 wisatawan.
Baca Juga: Wasapada! BMKG Sebut Suhu Udara pada Musim Pancaroba Diprediksi Maksimal 33 Derajat Celcius
Sementara Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Disparekrafpora Gunungkidul Nanang Putranto menjelaskan, lonjakan kunjungan pada Maret didorong oleh mulai membaiknya cuaca serta meningkatnya aktivitas wisata menjelang libur panjang.
“Februari memang cenderung turun karena faktor hari efektif yang lebih pendek dan cuaca. Namun Maret mulai menunjukkan kenaikan signifikan,” jelasnya.
Baca Juga: Mantan Bupati Ikut Diperiksa, Kasus Korupsi Mini Zoo Kejari Purworejo Periksa 48 Saksi
Ia menambahkan, destinasi wisata pantai masih menjadi primadona dengan kontribusi terbesar terhadap kunjungan dan pendapatan. Selain itu, pengembangan destinasi alternatif dan desa wisata juga terus didorong untuk memperluas sebaran wisatawan. Dengan capaian Rp 15.740.778.505 hingga akhir Maret, dinasnya optimistis target PAD pariwisata tahun 2026 sebesar Rp 36.064.663.400 dapat tercapai.
“Kami akan terus mengoptimalkan promosi, peningkatan fasilitas, serta pelayanan di destinasi wisata agar kunjungan terus tumbuh,” tandas Nanang. (bas/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita