Mengejutkan! Arus Mudik dan Balik di Gunungkidul Lancar Total, Nihil Kemacetan dan Laka Menonjol
Yusuf Bastiar• Kamis, 26 Maret 2026 | 19:50 WIB
Jalur Patuk nampak terlihat lebih lenggang selama periode mudik lebaran 2026.
GUNUNGKIDUL - Pelaksanaan arus mudik dan balik Lebaran 2026 di Kabupaten Gunungkidul berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
Kepolisian mencatat tidak ada kemacetan signifikan maupun kejadian kecelakaan menonjol selama periode tersebut.
Kasatlantas Polres Gunungkidul AKP Priya Tri Handaya mengatakan, kelancaran arus lalu lintas tahun ini tidak lepas dari kesiapan petugas serta dukungan berbagai program mudik yang mampu menekan volume kendaraan pribadi.
Ia menyebut, secara umum arus mudik berjalan aman dan lancar. Tidak ada permasalahan berarti, lanjut dia, lalu lintas juga terkendali tanpa kemacetan.
“Sejak personel Pos Pengamanan dan Pelayanan disiagakan pada 13 hingga 24 Maret semua pos memastikan mudik tahun ini berjalan lancar di Gunungkidul,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (26/3/2026).
Ia menjelaskan, jajaran kepolisian telah menyiapkan berbagai skenario pengamanan, termasuk pembentukan tim urai untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan.
Kendati demikian, upaya tersebut tidak banyak digunakan karena kondisi lalu lintas relatif landai.
Menurutnya, faktor lain yang berpengaruh adalah adanya program mudik bersama, seperti yang diinisiasi Ikatan Keluarga Gunungkidul (IKG) serta mudik gratis dari pemerintah pusat.
“Program mudik bersama sangat membantu. Misalnya dari IKG ada sekitar 1.500 peserta, itu setara mengurangi sekitar 300 kendaraan pribadi yang masuk ke Gunungkidul,” jelasnya.
Selain itu, kepolisian juga telah melakukan pemetaan jalur rawan kemacetan dan kecelakaan sebagai langkah antisipasi.
Beberapa titik yang menjadi perhatian antara lain ruas Jalan Jogja-Wonosari di wilayah Patuk hingga Playen yang memiliki karakteristik jalan berkelok dan naik turun.
“Jalur tersebut cukup rawan karena padat dan kondisi geometrinya menantang. Selain itu, titik lain seperti tanjakan Bundelan dan Clongop di Gedangsari juga menjadi perhatian,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Pos Pengamanan Hargodumilah Paryadi menyampaikan, pos pengamanan yang beroperasi sejak 13 Maret hingga 24 Maret 2026 tidak hanya melayani arus mudik dan balik, tetapi juga lonjakan wisatawan.
Selama periode tersebut, kata dia, petugas di lapangan rutin menangani kendaraan yang mengalami kendala teknis di jalur tanjakan, khususnya di kawasan Slumprit, Patuk.
“Setiap hari kami menangani lebih dari 20 kendaraan yang mengalami trouble, seperti kehabisan bahan bakar atau mesin panas saat menanjak,” ungkapnya.
Meski demikian, ia memastikan tidak ada kejadian kecelakaan lalu lintas yang menonjol, baik yang melibatkan pemudik maupun wisatawan.
“Tidak ada kejadian laka yang signifikan. Semua personel bergerak cepat ketika ada kendala di lapangan sehingga bisa segera ditangani dan tidak menimbulkan dampak lebih luas,” tandasnya. (bas)