Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Masjid Al-Huda Wonosari Kena Prank Donasi, Masjid Sudah Dirobohkan Ibadah Dipindah ke Tiga Musala

Yusuf Bastiar • Kamis, 19 Februari 2026 | 19:30 WIB
Ketua II Takmir Masjid Al-Huda Gari Budi Antoro mengaku, memasuki Ramadan progres pembangunan masjid baru menyentuh angka 7,9 persen.   
Ketua II Takmir Masjid Al-Huda Gari Budi Antoro mengaku, memasuki Ramadan progres pembangunan masjid baru menyentuh angka 7,9 persen.  

 

 

 

 

GUNUNGKIDUL - Ramadan tahun ini terasa berbeda bagi ratusan warga Muslim Kalurahan Gari, Kapanewon Wonosari. Untuk kali pertama, jemaah tak bisa memusatkan ibadah di Masjid Al-Huda yang selama ini menjadi sentra kegiatan keagamaan.

Bangunan masjid terlanjur dirobohkan pada November 2025 setelah pengurus sempat menerima janji donasi pembangunan yang belakangan tak terealisasi.

 

Ketua II Takmir Masjid Al-Huda Gari Budi Antoro menuturkan, setiap Ramadan masjid tersebut selalu menjadi pusat aktivitas warga.

Mulai dari salat lima waktu, TPA sore hari, kajian jelang berbuka, buka puasa bersama, tarawih, hingga tadarus yang berlangsung sampai malam.

“Anak-anak ngaji sore, ada kajian sebelum magrib, buka bersama, lalu tarawih dan tadarus sampai malam. Bahkan sahur-sahur anak-anak juga kumpul di sini,” ujarnya saat ditemui lokasi pembangunan Masjid Al-Huda Gari, Kamis (19/2).

 

Ia menyebut, Masjid Al-Huda selama ini menjadi pusat ibadah bagi sekitar 320 kepala keluarga (KK) Muslim di wilayah tersebut. Bahkan saat salat Jumat, kata dia, jamaah kerap meluber hingga ke jalan. Momentum Idul Fitri dan halal bihalal pun selalu dipusatkan di lokasi yang sama.

Baca Juga: Prediksi Celtic vs Stuttgart Europa League Jumat 20 Februari Kick Off 03.00 WIB, H2H dan Susunan Pemain, Siapa Pemenangnya?

Namun, kondisi itu berubah setelah bangunan masjid di RT 02 RW 11 Gari dirobohkan. Keputusan pembongkaran diambil karena penghubung donatur menyampaikan salah satu syarat pencairan dana pembangunan adalah masjid harus dalam kondisi sudah rata dengan tanah.

“Bahkan dijanjikan ada instansi yang membantu proses perobohan,” kata salah satu panitia pembangunan Mugianto.

 

Mugianto mengaku, sebelum pembongkaran, dua oknum sempat menemui pengurus dan menawarkan bantuan mencarikan donatur yang diklaim siap membiayai pembangunan hingga 99 persen. Pengurus bahkan diajak survei ke sebuah masjid di wilayah Pringsurat, Nglipar, untuk meyakinkan rencana tersebut.

“Karena sudah rembuk bersama dan percaya, tidak ada MoU atau perjanjian tertulis. Ternyata donasi itu tidak terwujud, sementara masjid sudah terlanjur rata dengan tanah,” imbuhnya.

 

Kisah itu sempat viral dan memantik simpati publik. Donasi pun mengalir deras dari berbagai pihak. Hingga kini, lanjut Budi, dana yang terkumpul telah mencapai sekitar Rp 1,2 miliar.

Setiap hari, kata dia, donasi masuk berkisar Rp 3 juta hingga Rp 10 juta. Ada yang mentransfer, ada pula yang datang langsung membawa bantuan tunai maupun material bangunan.

“Total kebutuhan anggaran sesuai RAB mencapai Rp 2 miliar lebih. Saat ini progres pembangunan baru menyentuh 7,9 persen,” terang Budi kepada wartawan.

 

Selama proses pembangunan, seluruh kegiatan Ramadan dipindahkan ke tiga musala. Untuk takjil dan kajian sore dipusatkan di Musala Kharim Al-Gari dan Mushola Al Ikhlas.

Sementara Musala Al Amanah tidak difungsikan karena lokasinya berdekatan dengan Musala Al Ikhlas. “Untuk salat Id dan halal bihalal nanti masih kami pertimbangkan,” jelas Budi. (bas/pra)

 

Editor : Heru Pratomo
#musala #masjid AL-HUDA #wonosari #Gunungkidul #prank donasi #ramadan