Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Wah Efek Domino, MBG Bikin Pasar Argosari Sepi: Pedagang Usulkan Ini agar Ekonomi Tumbuh Bersama

Yusuf Bastiar • Selasa, 17 Februari 2026 | 19:21 WIB
LENGANG: Kondisi Pasar Argosari saat siang hari sepi. Pedagang klaim akibat program MBG.
LENGANG: Kondisi Pasar Argosari saat siang hari sepi. Pedagang klaim akibat program MBG.

GUNUNGKIDUL – Pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) menimbulkan efek domino di kalangan tingkat bawah.

Terutama kalangan pedagang, mereka mengeluhkan omzet menurun sejak program itu berjalan.

Skema penyediaan makanan yang terpusat justru membuat pasar tradisional kehilangan pembeli.

Salah satu pedagang sayur Pasar Argosari Suherni mengaku, sejak MBG berjalan, kebiasaan orang tua menyiapkan bekal untuk anak berkurang drastis.

Imbasnya, pembelian bahan kebutuhan dapur ikut menyusut.

“Kalau saya bisa ketemu Pak Prabowo, saya ingin menyampaikan langsung. Program makan bergizi gratis ini tidak berdampak pada ekonomi masyarakat kecil seperti kami pedagang pasar. Justru pasar jadi sepi,” ujarnya kepada wartawan saat ditemui Selasa (17/2/2026).

Dengan begitu, orang tua bisa berbelanja sendiri bahan makanan di pasar atau warung sekitar rumah. 

“Kalau uangnya diberikan ke orang tua, pasti akan dibelanjakan ke pasar. Ekonomi masyarakat kecil bisa tumbuh bersama. Orang tua juga pasti masak dengan hati-hati untuk anaknya sendiri,” harapnya.

Keluhan serupa disampaikan pedagang jajanan pasar yang enggan disebut namanya. Ia mengaku penjualan makanan ringan atau jajanan tradisional ikut terdampak.

Padahal, mayoritas pembelinya selama ini adalah siswa sekolah dan orang tua yang mengantar anak di pagi hari.

“Biasanya pagi-pagi orang tua mampir beli jajan untuk bekal. Sejak ada program ini, sudah hampir tidak ada. Penurunan omzet jelas terasa,” ujarnya. 

Meski demikian, ia memilih tetap bertahan dan berharap ada evaluasi kebijakan agar tidak mematikan sektor lain.

Menurutnya, jika anggaran diberikan ke orang tua, perputaran uang akan kembali ke pasar dan pedagang kecil.

“Orang tua belanjanya ke kami, bukan ke supplier besar. Harapannya ekonomi masyarakat kecil bisa tumbuh bersama, tidak tumbuh satu sektor tapi mematikan yang lain,” tandasnya.

Ia berharap pemerintah pusat dapat mengevaluasi skema pelaksanaan MBG. Ini agar tujuan peningkatan gizi anak tetap tercapai tanpa mengorbankan denyut ekonomi rakyat kecil di pasar tradisional.

“Saya bilang begini jangan disebut namanya ya, saya takut,” imbuhnya. (bas/wia

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#pasar argosari #omzet turun #Gunungkidul #program mbg #Makan Bergizi Gratis #sepi #Efek Domino