Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Cuaca Ekstrem Landa Gunungkidul, 15 Rumah Terendam di Dua Kapanewon

Yusuf Bastiar • Jumat, 30 Januari 2026 | 14:50 WIB
Banjir setinggi pinggang orang dewasa di Kalurahan Karangawen Kapanewon Girisubo pada Rabu Sore (29/1).
Banjir setinggi pinggang orang dewasa di Kalurahan Karangawen Kapanewon Girisubo pada Rabu Sore (29/1).

GUNUNGKIDUL - Hujan lebat disertai angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Gunungkidul menyebabkan sejumlah dampak bencana hidrometeorologi pada Rabu Sore hingga Malam, (29/1).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul mencatat sedikitnya 15 rumah warga terendam dan beberapa fasilitas umum terdampak.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul Edy Winarta mengatakan, cuaca ekstrem terjadi sejak sore hingga malam hari.

Kondisi tersebut dipicu oleh intensitas hujan tinggi yang disertai angin kencang di sejumlah wilayah.

“Banjir sek pinggang orang dewasa. Tadi pagi kami cek susah surut. Berdasarkan laporan yang kami terima itu dampak dari hujan deras disertai angin kencang,” ujar Edy saat dihubungi pada Jumat, (30/1/2026).

Dua kapanewon yang terdampak yakni Panggang dan Girisubo. Sementara itu, wilayah kelurahan yang tercatat mengalami dampak paling signifikan adalah Girikarto dengan satu kejadian dan Karangawen dengan 15 kejadian.

Selain rumah warga yang terendam, BPBD juga mencatat dampak pada sektor infrastruktur. Terdapat satu pasar dan dua kios yang sempat terdampak genangan.

Meski demikian, tidak ada laporan korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut.

“Korban nihil. Namun, total kerugian material sementara diperkirakan mencapai Rp 9,6 juta,” ujar Edy.

Ia menegaskan BPBD Gunungkidul langsung melakukan langkah-langkah penanganan darurat, mulai dari asesmen cepat di lokasi terdampak, pembersihan material, hingga koordinasi dengan pemerintah kalurahan setempat.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya di tengah potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi.

Purwono juga meminta masyarakat segera melaporkan jika terjadi kejadian darurat agar dapat ditangani dengan cepat. Pusat Data dan Operasi Logistik (Pusdalops) BPBD Gunungkidul disiagakan selama 24 jam untuk menerima laporan masyarakat.

“Peringatan dini cuaca harus menjadi perhatian bersama. Kami mengimbau warga mewaspadai pohon lapuk dan cabang berisiko patah, serta potensi longsor di daerah rawan, terutama di sekitar aliran sungai,” tegas Purwono. (bas)

Editor : Bahana.
#Gunungkidul #Cuaca Ekstrem