GUNUNGKIDUL – Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) DIY bersama BPBD Gunungkidul melakukan pemetaan potensi bencana tanah ambles atau sinkhole di SMP Negeri (SMPN) 3 Semanu, Kapanewon Semanu, Gunungkidul, Selasa (27/1/2026).
Menyusul bencana tanah ambles sebelumnya akibat hujan dengan intensitas tinggi. Pemetaan dilakukan dengan uji geolistrik.
Kepala BPBD Gunungkidul Purwono mengatakan, area cekungan yang berada di depan ruang kelas tersebut disterilkan sementara dengan pemasangan police line untuk mengantisipasi risiko lebih lanjut.
Meski demikian, bangunan ruang kelas yang berada di dekat titik tersebut masih berdiri kokoh dan belum menunjukkan tanda-tanda kerusakan struktural yang mengarah pada amblesan atau sinkhole.
“Untuk berjaga-jaga, aktivitas di titik itu kita batasi dulu,” katanya saat dikonfirmasi Rabu (28/1/2026).
Dalam peninjauan lapangan, petugas juga menemukan dua titik rekahan tanah di halaman belakang sekolah serta beberapa area yang mengalami penurunan ketinggian tanah.
Titik-titik tersebut menjadi fokus utama dalam pemetaan. “Kemarin itu setelah melakukan peninjauan visual, tim BPPTKG memasang sejumlah alat untuk uji geolistrik sebagai bagian dari kajian bawah permukaan,” ujarnya.
Adapun, amblesan bermula dari hujan berintensitas tinggi yang terjadi pada 26-27 Januari 2026.
Hujan menyebabkan genangan air di satu titik cekungan di dalam lingkungan sekolah. Namun, air genangan tersebut kemudian hilang secara tiba-tiba.
“Airnya terkumpul di satu titik lalu menghilang. Lokasinya memang berada di cekungan dan di dalam pagar sekolah. Ini mengindikasikan kemungkinan adanya rongga di bawah permukaan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul Edy Winarta menambahkan, hasil uji geolistrik masih akan dikaji lebih lanjut oleh tim BPPTKG.
Selama proses tersebut, area rekahan dan tanah ambles akan disterilkan dari aktivitas belajar mengajar.
“Hasilnya belum bisa disampaikan sekarang. Kita masih menunggu kajian resmi dari BPPTKG. Belum tahu aman atau tidak, jadi sementara dikosongkan dan masih dipasang police line,” tambahnya.
Langkah mitigasi ini dilakukan, mengingat kondisi geologi Gunungkidul yang didominasi batuan karst dengan banyak aliran sungai bawah tanah.
Kondisi tersebut memungkinkan terbentuknya rongga-rongga di bawah permukaan tanah.
“Di SMPN 3 Semanu ini ada potensi rongga di bawah tanah. Karena itu BPBD DIY meminta BPPTKG melakukan kajian mendalam menggunakan metode geolistrik,” imbuhnya. (bas/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita