GUNUNGKIDUL - Penataan dan relokasi pedagang kaki lima (PKL) dari kawasan Alun-alun Wonosari ke Taman Kuliner (Tamkul) mendapat respons positif dari warga.
Alun-alun yang kini lebih tertata dinilai semakin nyaman, aman, dan ramah sebagai ruang publik untuk olahraga serta aktivitas keluarga.
Salah satu warga Logandeng Playen Ani Safitri mengaku, hampir setiap sore rutin berolahraga jogging mengelilingi Alun-alun Wonosari.
Menurutnya, setelah penataan PKL, area alun-alun terasa lebih lapang dan aman bagi pejalan kaki.
Tak hanya itu, ia bahkan acap kali tergoda untuk membeli berbagai jajanan yang dijajakan PKL. Padahal, lanjut dia, rutinitas olahraga yang ia lakoni merupakan program diet.
“Sekarang lebih lebar, lebih luas, dan benar-benar jadi ruang publik untuk olahraga. Dulu agak susah, karena niatnya lari buat diet tapi malah tergoda jajanan gorengan,” ujarnya sambil tersenyum saat ditemui di Alun-alun Wonosari Rabu (28/1/2026).
Ani juga menilai kondisi sebelumnya kerap mengganggu kenyamanan olahraga. Selain aroma makanan yang bercampur, keberadaan wahana permainan di trotoar sempat mengganggu jalur lari.
“Baunya macam-macam, kadang sampai pusing. Sekarang jauh lebih nyaman,” terangnya.
Kendati demikian, ia berharap fasilitas pendukung seperti tempat cuci tangan dan air minum gratis dapat disediakan.
Ani juga menyoroti kondisi trotoar di sisi selatan yang dinilai bergelombang dan berpotensi membahayakan pelari.
“Saya pernah lihat pelari keseleo karena trotoarnya tidak rata. Harapannya bisa segera diperbaiki,” tambahnya.
Apresiasi serupa disampaikan warga Wonosari Galuh Ajeng yang kerap mengajak anaknya bermain di alun-alun setiap pekan.
Menurutnya, relokasi PKL membuat kawasan alun-alun tampak lebih rapi dan segar. Sebagai ibu, Galuh justru merasa diuntungkan dengan kondisi alun-alun yang lebih steril dari PKL.
Sebab, cerita dia, ketika pedagang masih melapak di alun-alun dirinya harus mengeluarkan uang hingga Rp 50 ribu setiap berkunjung.
“Dulu ke sini pasti mikir, minimal keluar uang buat jajan. Sekarang anak main saja, jalan-jalan lihat aktivitas orang, saya malah senang,” terangnya.
Baca Juga: Viral Pedagang Sate Guling-guling di Malioboro, Begini Klaim Satpol PP Kota Jogja
Ia berharap penataan Alun-alun Wonosari dilanjutkan. Menurutnya, titik nol Gunungkidul tersebut tidak hanya menciptakan ruang publik yang tertib dan nyaman, tetapi juga mendorong masyarakat untuk lebih aktif berolahraga dan memanfaatkan ruang terbuka bersama keluarga.
Ia juga berharap estetika kawasan bisa terus ditingkatkan.
“Mungkin bunganya bisa dipercantik, pakai bunga warna-warni biar tidak monoton dan alun-alunnya makin segar,” tambahnya. (bas/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita