GUNUNGKIDUL - Dua peristiwa warga tenggelam di sungai terjadi hampir bersamaan di wilayah Kabupaten Gunungkidul.
Kejadian tersebut menjadi peringatan serius di tengah cuaca ekstrem yang ditandai hujan dengan intensitas tinggi dan arus sungai yang kian deras.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul pun mengeluarkan imbauan kewaspadaan kepada masyarakat.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul Edy Winarta mengatakan, kondisi cuaca yang tidak menentu saat ini meningkatkan potensi risiko bencana, terutama di kawasan sungai dan daerah rawan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap curah hujan tinggi, khususnya yang tinggal atau beraktivitas di sekitar sungai dan aliran sungai. Arus sungai berbahaya, jangan bermain atau beraktivitas di sungai,” tegasnya saat dikonfirmasi Minggu (25/1/2026).
Selain itu, BPBD meminta warga segera melaporkan jika terjadi banjir atau kejadian darurat lainnya.
Masyarakat juga diimbau tidak berteduh di bawah pohon saat hujan disertai angin kencang, serta berkoordinasi dengan BPBD apabila terdapat pohon yang berpotensi membahayakan keselamatan.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul ditemukannya seorang perempuan berinisial ST, 55 warga Padukuhan Winong, Kalurahan Siraman, Kapanewon Wonosari, yang meninggal dunia di sungai dekat rumahnya Minggu(25/1/2026).
Kanit Reskrim Polsek Wonosari Iptu Wantiya menjelaskan, korban ditemukan warga dalam kondisi mengapung di tepi sungai.
Sebelumnya, korban diketahui meninggalkan rumah sekitar pukul 03.30 dan sempat terdengar teriakan minta tolong.
Warga telah melakukan pencarian, namun korban baru ditemukan selang dua jam setelahnya.
“Setelah dilakukan pada pukul 06.00 pagi kemudian dilakukan pemeriksaan medis. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” ujarnya.
Baca Juga: Puluhan Suporter Persebaya Terpantau di Kawasan SSA, Panpel Tegaskan Tak Ada yang Masuk Stadion
Peristiwa tenggelam lainnya terjadi di Sungai Oya, Kedung Soban Kalurahan Bulurejo, Kapanewon Semin.
Seorang pelajar berusia 13 tahun warga Kalurahan Sambirejo, Kapanewon Ngawen, meninggal dunia setelah tenggelam, Sabtu (24/1/2026).
Kapolsek Semin AKP Wasdiyanto mengungkapkan, korban tenggelam saat bermain di sungai bersama teman-temannya.
Meski telah diperingatkan karena sungai dalam dan arus cukup deras, korban tetap nekat menceburkan diri, sementara yang bersangkutan tidak bisa berenang.
“Upaya pertolongan sempat dilakukan oleh teman-temannya dan warga sekitar, namun korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa,” jelasnya.
BPBD Gunungkidul menegaskan, di tengah cuaca ekstrem, warga diminta lebih berhati-hati dan tidak mengabaikan potensi bahaya di lingkungan sekitar, terutama sungai dan kawasan rawan lainnya.
“Ya batasi aktivitas di sungai, bukit, dan petakan kerawanan di area tempat tinggal,” imbuhnya. (bas/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita