Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Antisipasi Lonjakan Harga Jelang Puasa dan Lebaran, Pemkab Gunungkidul Siapkan 26 Ton Bapok untuk Operasi Pasar

Yusuf Bastiar • Rabu, 21 Januari 2026 | 21:11 WIB

 

RAMAI: Kondisi Pasar Playen saat pagi hari Rabu (21/1/2026).
RAMAI: Kondisi Pasar Playen saat pagi hari Rabu (21/1/2026).

 

GUNUNGKIDUL – Pemkab Gunungkidul mulai mengantisipasi potensi kenaikan harga kebutuhan pokok (bapok) menjelang bulan puasa dan Idul Fitri.

Salah satunya dengan cara menggelar operasi pasara (OP) untuk menjaga stabilitas stok dan harga di masyarakat.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja (Disdagnaker) Gunungkidul Ris Heryani mengatakan, momentum Ramadan dan Lebaran kerap diikuti peningkatan permintaan bahan pokok yang berimbas pada kenaikan harga.

 Baca Juga: Pedagang Lama Keberatan Relokasi PKL Alun-alun Wonosari ke Tamkul: Disdagnaker Gunungkidul Sebut Ini

“Jelang puasa dan perayaan Idul Fitri ada potensi kenaikan sejumlah bahan kebutuhan pokok. Oleh karena itu perlu dilakukan antisipasi agar stok dan harga di pasaran tetap stabil,” ujarnya kepada wartawan Rabu (21/1/2026).

OP ini direncanakan akan digelar pada triwulan pertama 2026. Mengingat Lebaran jatuh pada Maret, pelaksanaan OP akan difokuskan sebelum hari raya.

Dalam OP tersebut, disdagnaker menyiapkan kebutuhan bahan pokok utama berupa minyak goreng dan gula pasir dengan total mencapai 26 ton.

 Baca Juga: Upaya Penanggulangan Banjir Pati, Dari Peninggian Tanggul hingga Pompanisasi

Namun, tidak menutup kemungkinan komoditas lain seperti telur, beras, dan kebutuhan pokok lainnya akan disiapkan.

Rencananya, operasi pasar akan dilaksanakan sebanyak tiga kali dengan lokasi di Pasar Argosari Wonosari serta wilayah Playen.

Pelaksanaannya dijadwalkan pada rentang waktu Februari hingga Maret.

“Maret sudah Lebaran. Makanya sebelum perayaan kami akan menggelar operasi pasar,” jelasnya.

 Baca Juga: SP Beri Arahan Hibah  untuk Menangkan Kustini, Raudi Satu-satunya Anggota Dewan Yang “Titip” Proposal

Sementara itu, Kepala Disdagnaker Gunungkidul Kelik Yuniantoro mengakui, jelang puasa dan Lebaran memang selalu muncul potensi kenaikan harga kebutuhan pokok.

Meski demikian, ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan aksi borong.

“Kami minta masyarakat tidak panik dengan memborong barang di pasaran,” imbaunya.

 Baca Juga: Curi Tiga Poin Lawan Persibara Banjarnegara, Persak Kebumen Berhasil Kunci Posisi Puncak Klasemen

Kelik menambahkan, meski kegiatan OP direncanakan pada awal tahun, pihaknya masih membuka peluang penambahan waktu maupun lokasi pelaksanaan.

Hal itu akan diusulkan dalam pembahasan APBD Perubahan 2026. “Nanti akan kami ajukan tambahan anggaran supaya pelaksanaannya bisa diperbanyak,” tegasnya.

Sebagai perbandingan, OP pada tahun sebelumnya instansi ini menyediakan bahan kebutuhan pokok hingga 50 ton.

Pengalaman tersebut menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk kembali mengupayakan tambahan anggaran.

“Tahun lalu sampai 50 ton. Makanya tahun ini juga akan kami ajukan agar bisa ditambah,” jelasnya.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan agenda rutin pemerintah daerah dalam rangka pengendalian inflasi.

Selain itu, kegiatan tersebut bertujuan memberikan akses harga kebutuhan pokok yang lebih terjangkau bagi masyarakat.

“Ini bagian dari upaya menyediakan kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau,” imbuhnya. (bas/wia)

 

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Disdagnaker Gunungkidul #operasi pasar #Puasa dan Lebaran #antisipasi lonjakan harga