Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tak Jadi ke Besole, tapi Lapangan Tenis, Berjarak 70 Meter dari Taman Kuliner, PKL Alun-Alun Wonosari Rela Direlokasi

Yusuf Bastiar • Selasa, 20 Januari 2026 | 19:55 WIB

 

SEPAKAT: Perwakilan PKL Alun-Alun Wonosari usai bertemu dengan jajaran Setda Gunungkidul dan bersepakat terkait relokasi Selasa (20/1).
SEPAKAT: Perwakilan PKL Alun-Alun Wonosari usai bertemu dengan jajaran Setda Gunungkidul dan bersepakat terkait relokasi Selasa (20/1).

GUNUNGKIDUL - Ketegangan antara pedagang kaki lima (PKL) Alun-Alun Wonosari dan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul akhirnya mencair. Setelah melalui audiensi panjang, pedagang yang tergabung dalam Paguyuban PKL Alun-Alun Wonosari (Pawonsari) menyatakan rela direlokasi dan mengikuti penataan sesuai peraturan daerah.

Namun, relokasi tak sesuai dengan rencana awal di Pasar Besole. Tapi berpindah ke area lapangan tenis. Lokasinya hanya sekitar 70 meter dari Taman Kuliner yang nantinya akan menjadi tempat baru untuk PKL. “PKL sudah menerima untuk direlokasi. Tinggal teknis pelaksanaannya. Kalau semuanya sudah siap, kami akan beri aba-aba untuk segera dieksekusi pemindahannya,” beber Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Gunungkidul Chairul Agus Mantara usai pertemuan dengan para PKL Selasa (20/1).

Lokasi baru ini, katanya, disiapkan khusus untuk PKL Pawonsari yang terbiasa berjualan menggunakan gerobak atau sepeda motor. Selain itu, di sekitar putaran Taman Kuliner dan Taman Kota yang berada sisi barat dan utara bakal dimanfaatkan untuk wahana permainan.

Dengan bertemunya titik kesepakatan, Agus menegaskan bahwa pihaknya selalu berupaya mengakomodasi kebutuhan PKL tanpa mengabaikan aturan. Termasuk untuk hiburan becak yang tetap diberi ruang di ruas jalan tertentu setelah dikoordinasikan dengan dinas perhubungan dan pengelola parkir.

Agus mengakui sempat terjadi perbedaan pemaknaan soal kesiapan relokasi. Bagi PKL, siap berarti tempat sudah ada dan pembeli tetap datang. Sementara bagi pemerintah, kesiapan diartikan sebagai tersedianya fasilitas pendukung.

“Tadi kami samakan persepsi. Intinya bagaimana relokasi ini tidak menurunkan pendapatan PKL dan bisa diterima semua pihak,” jelasnya.

Sedangkan rencana relokasi di Pasar Besole, sementara waktu diurungkan. Sebab masih dibutuhkan penataan. “Karena mengejar Lebaran (jadi dipindah ke lapangan tenis, Red),” ujarnya. 

Sementara itu, Penasihat Pawonsari Arif Yuniarasa menyebut, audiensi dengan Pemkab Gunungkidul menjadi momentum rekonsiliasi yang penting. Dari hasil pertemuan, kata dia, paguyuban Pawonsari menyatakan dapat menerima rencana relokasi. “Kami tidak berkukuh menolak. Kalau direlokasi, tempatnya harus benar-benar disiapkan. Alhamdulillah, sore ini sudah ada titik temu. Kami sudah rela,” sebut Arif.

 

 

Nantinya sebelum Minggu (25/1), akan ada keputusan pedagang yang dapat kembali berjualan di lokasi sementara yang telah disepakati. Sembari menunggu relokasi permanen di Taman Kuliner. “Ini kesepakatan yang baik. Kami siap menjadi bagian dari program Pemkab Gunungkidul,” tandas Arif. (bas/eno)

 

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#pedagang kaki lima (PKL) #Alun-alun Wonosari #Taman Kuliner #Lapangan Tenis #Relokasi #PKL Pawonsari #Pasar Besole #Pemkab Gunungkidul