Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pemkab Gunungkidul Siapkan Relokasi PKL Alun-Alun Wonosari ke Besole dan Taman Kuliner

Yusuf Bastiar • Senin, 19 Januari 2026 | 15:46 WIB

Satpol PP Gunungkidul masih menemui beberapa PKL yang nekat berjualan di Alun-alun Wonosari pada Minggu sore (18/1).
Satpol PP Gunungkidul masih menemui beberapa PKL yang nekat berjualan di Alun-alun Wonosari pada Minggu sore (18/1).
GUNUNGKIDUL - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menyiapkan skema relokasi pedagang kaki lima (PKL) Alun-Alun Wonosari ke Pasar Besole dan Taman Kuliner.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari penataan kawasan alun-alun sekaligus untuk mendukung proses pembangunan yang tengah direncanakan pemerintah kabupaten.

Kepala Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja Gunungkidul Kelik Yuniantoro mengatakan, pemerintah memahami sepenuhnya kondisi dan kebutuhan ekonomi para PKL.

Namun demikian, menurutnya fasilitas umum harus digunakan sesuai peruntukannya dan ketentuan yang berlaku.

“Kami sangat memahami situasi PKL. Tapi kita juga harus saling memahami bahwa fasilitas umum itu harus digunakan sebagaimana mestinya,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya pada Senin, (19/1/2026).

Menurut Kelik, Pemkab Gunungkidul telah menyiapkan Taman Kuliner yang mampu menampung sekitar 100 pedagang.

Lokasi tersebut direncanakan menjadi tempat permanen bagi PKL Alun-Alun Wonosari setelah pembangunan selesai.

Selama proses pembangunan berlangsung, lanjut dia, PKL diminta untuk sementara direlokasi ke Pasar Besole.

“Alun-alun harus dikondisikan dan dikosongkan. Karena pembangunan belum selesai, sementara PKL direlokasi dulu ke Besole,” tegasnya.

Kelik menambahkan, data paguyuban PKL, termasuk yang berada di sisi barat jalan, telah masuk ke dinas terkait.

Pemerintah menyerahkan keputusan relokasi kepada para PKL melalui mekanisme musyawarah. Namun ia menegaskan bahwa ruang publik tidak boleh diklaim oleh pihak tertentu.

“Kalau itu milik umum, harus digunakan sesuai ketentuan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti kekhawatiran PKL terkait potensi sepinya Pasar Besole. Menurutnya, selama PKL masih berjualan di alun-alun, Besole memang berpotensi kurang diminati pengunjung.

Untuk itu, Pemkab berencana menggelar berbagai kegiatan di Pasar Besole guna menarik minat masyarakat. “Kami akan berupaya membuat event di Besole supaya ramai,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Gunungkidul, Chairul Agus Mantara menyampaikan, penataan Alun-Alun Wonosari merupakan amanah langsung dari Bupati Gunungkidul.

Dalam rapat pengantar yang sudah ia lakukan, bupati menegaskan kawasan alun-alun harus dikosongkan.

“Kami ditugasi bupati untuk menata alun-alun. Prinsipnya, kami tidak akan membuat sengsara PKL. Konsep yang kami susun realistis dan bisa dijalankan,” ujar Chairul.

Ia menjelaskan, pemerintah tengah merancang pembangunan ulang Taman Kuliner, bahkan terdapat wacana pembangunan dua lantai agar mampu menampung seluruh PKL Alun-Alun Wonosari.

Proses lelang dan pengerjaan pembangunan diarahkan untuk segera dilaksanakan. Selain itu, penataan Pasar Besole juga akan dilakukan secara menyeluruh.

Sejumlah fasilitas lama akan dibongkar untuk menambah daya tampung dan memperbaiki kawasan.

“Lapangan tenis akan kami bongkar, kantor PPA juga akan kami bongkar. Ini semua untuk menampung PKL alun-alun,” jelasnya.

Chairul menambahkan, relokasi ke Pasar Besole akan dievaluasi sesuai perkembangan di lapangan. Jika Pasar Besole justru berkembang dan semakin ramai, pemerintah akan mengkaji kembali penempatan PKL.

“Kalau Besole ramai, tentu akan kami lihat lagi. Namun jika sepi, bisa menjadi alternatif kedua penempatan PKL Alun-Alun Wonosari,” pungkasnya. (bas)

Editor : Bahana.
#RELOKASI PKL #PKL #Pemkab Gunungkidul #Alun alun Wonosari