GUNUNGKIDUL - Siang itu, Priyanto tak menduga hari kerjanya akan dikenang lama. Ia tidak pernah menyangka bengkelnya disambangi artis beken asal jakarta, Rabu (14/1/2026).
Ariel Noah. Ya, penyanyi yang pernah dekat dengan Luna Maya itu. Lho, ngapain Ariel sampai Gunungkidul?
Di bengkel sederhana WJ Motor miliknya, persis di tepi Jalan Jalur Lingkar Selatan (JJLS) Padukuhan Trowono A, Kalurahan Karangasem, Paliyan, suara perkakas seperti biasa mengiringi rutinitasnya membetulkan motor pelanggan.
"Setengah jam ya, sekitar 30 menit Bang Ariel di sini. Selama saya membenahi kerusakan motornya. Setelah itu, langsung lanjut perjalanan," tuturnya saat ditemui di Bengkel MJ Motor, Jumat pagi (16/1/2026).
Waktu itu, cerita Priyanto, tiba-tiba sebuah Vespa hijau tua berhenti di pinggir jalan. Pengendaranya turun, masih lengkap dengan helm full face.
Seperti wisatawan lain yang sering singgah karena motor bermasalah, orang itu bertanya soal engkol.
"Saya tanya engkol apa, katanya engkol Vespanya patah,” tutur Priyanto sembari mengingat kembali peristiwa itu.
Priyanto mengecek sebentar, di tengah panas jalur selatan Gunungkidul, Vespa yang ia periksa belum sampai masuk bengkel. Dari pengamatan awal, ia mendapati engkol Vespa itu patah.
Si pemilik motor pun meminta agar langsung diganti. Menariknya, onderdil engkol sudah mereka siapkan sendiri. Tinggal pasang. Saat itu, Priyanto sama sekali belum menyadari siapa tamunya.
Penampilannya sederhana. Celana panjang hijau, jaket hitam, sepatu touring. Helm full face menutup hampir seluruh wajah. “Ya, seperti orang touring pada umumnya,” ujarnya heran.
Baru ketika Vespa hendak didorong masuk bengkel, si pemilik motor membuka helm. Seketika Priyanto tersentak. Wajah itu tak asing.
Baca Juga: Lucas Gama Siap Debut dengan PSS Sleman untuk Hadapi Persela Lamongan di MagIS
"Wah, ini artis,” batinnya. Lebih kaget lagi ketika ia mengenali sosok di depannya. “Wah, Bang Ariel,” sapanya spontan.
Pria itu tersenyum santai. “Eh hallo, Bang,” jawab Ariel sambil menyalami Priyanto. Ariel, vokalis Band Noah, siang itu singgah bukan sebagai bintang panggung, melainkan sebagai penunggang Vespa yang butuh bantuan bengkel.
Ngobrol ringan pun mengalir. Priyanto menawarkan kopi. Ariel memilih duduk di bawah pohon, menyeruput kopi sambil sesekali memperhatikan Priyanto bekerja.
Engkol Vespa diganti, baut-baut dikencangkan. Tak sampai setengah jam, motor kembali siap jalan. Dalam obrolan singkat itu, Ariel bercerita bahwa dirinya masih melakoni touring ke lima kota.
Priyanto hanya manggut-manggut, masih setengah tak percaya. “Perasaan saya campur aduk. Kaget, senang, pokoknya susah diungkapkan,” ujarnya, sembari tersenyum.
Priyanto telah membuka bengkel WJ Motor hampir 10 tahun. Letaknya yang strategis di jalur wisata membuatnya sering menerima motor mogok milik pelancong.
Nomor WhatsApp ia pasang di Google Maps. Siapa pun bisa memanggilnya. “Selama saya belum tidur, bengkel masih buka,” ujarnya setengah bercanda.
Kunjungan Ariel membawa cerita tersendiri. Sejak hari itu, bengkel kecilnya kerap dilirik pengguna jalan. Ada yang sekadar tersenyum, ada pula yang mampir.
“Mas, kemarin Ariel bener ke sini ya?” tanya mereka, sambil sekalian ganti oli atau membetulkan motor.
Di bengkel pinggir jalan itu, Priyanto kembali bekerja seperti biasa. Namun satu cerita kini menempel di dinding kenangannya; setengah jam bersama Ariel, di bawah pohon, ditemani kopi dan Vespa hijau tua. (bas/laz)
Editor : Herpri Kartun