Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sisa Lahan TPAS Wukirsari Menipis, TPST Jadi Solusi Mendesak Antisipasi Gunungkidul Darurat Sampah

Yusuf Bastiar • Rabu, 14 Januari 2026 | 07:50 WIB
Kondisi TPAS Wukirsari sudah terlihat menggunung.
Kondisi TPAS Wukirsari sudah terlihat menggunung.

 

 

GUNUNGKIDUL - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul tengah menyiapkan pembangunan tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) Baleharjo yang akan berlokasi di kawasan tempat pembuangan akhir sementara (TPAS) Wukirsari, Kalurahan Baleharjo, Kapanewon Wonosari.

Proyek tersebut masih berada pada tahap perencanaan dengan penekanan utama pada aspek lingkungan dan sosial.

Pengawas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul Dwi Wiyani mengatakan, hingga kini besaran anggaran pembangunan TPST Baleharjo belum ditetapkan karena masih menunggu rampungnya penyusunan detail engineering design (DED).

Selain itu, pemerintah daerah juga masih memfinalisasi dokumen environmental and social impact assessment (ESIA). Menurutnya, ESIA menjadi dokumen penting karena di dalamnya memuat analisis potensi dampak lingkungan dan sosial.

“Dokumen ini sekaligus menjadi rencana pengelolaan serta mitigasi dampak dari operasional TPST ke depan,” jelasnya kepada wartawan pada Selasa, (13/1).

Menurut Dwi, kajian ESIA akan menjadi dasar untuk memastikan pembangunan TPST Baleharjo tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga berkelanjutan secara lingkungan dan sosial.

Dengan pendekatan tersebut, diharapkan keberadaan TPST dapat diterima masyarakat sekitar dan tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari. Rencana TPST Baleharjo nantinya akan mengusung teknologi pengolahan sampah yang menghasilkan refuse derived fuel (RDF).

“Hasil olahan ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber bahan bakar,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala UPT TPAS Wukirsari Heri Kiswantoro mengungkapkan, kebutuhan pembangunan TPST sudah semakin mendesak. Dari total luas kawasan TPAS Wukirsari sekitar 9,1 hektare, kurang lebih lima hektare zona aktif saat ini sudah penuh sesak oleh timbunan sampah.

Baca Juga: Kasus Dugaan Penipuan Investasi Kripto, Nama Timothy Ronald Masuk Penyelidikan Polisi

“TPAS Wukirsari menanggung seluruh beban sampah Gunungkidul, mulai dari sampah rumah tangga, aktivitas ekonomi, hingga sektor pariwisata yang terus berkembang,” ujarnya.

Dengan volume sampah yang terus meningkat, Heri menegaskan kapasitas penimbunan di TPAS Wukirsari dipastikan tidak akan bertahan lama. Saat ini hanya tersisa lahan kosong yang belum sepenuhnya dimanfaatkan, sehingga pengembangan dengan konsep TPST menjadi pilihan yang paling realistis.

Menurutnya, TPST Baleharjo menjadi salah satu tumpuan utama penanganan sampah ke depan. “Teknologinya lebih ramah lingkungan, dan hasil pengolahannya berupa RDF,” tuturnya. (bas)

Editor : Heru Pratomo
#ramah lingkungan #darurat sampah #ded #TPST Baleharjo #wonosari #Gunungkidul #TPAS Wukirsari #RDF #DLH