GUNUNGKIDUL – Cuaca buruk menekan aktivitas nelayan di Pantai Baron dalam dua pekan terakhir.
Angin kencang disertai hujan deras membuat sebagian besar nelayan memilih tidak melaut, sehingga produksi ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Baron menurun dan berdampak pada turunnya retribusi.
Bakul wedhok Pantai Baron Wasini menuturkan, penurunan aktivitas nelayan puncaknya terjadi menjelang pergantian tahun, ketika hujan deras mengguyur kawasan Baron dan sekitarnya hingga menyebabkan Sungai Baron meluap pada Jumat (26/12/2025).
Kondisi tersebut berdampak pada hasil tangkapan. Selain cuaca laut yang tidak bersahabat, ikan yang didapat jumlahnya sedikit dan sebagian bukan komoditas utama.
Dalam situasi ini, para pengepul besar memilih tidak mengambil hasil tangkapan nelayan.
Namun, kondisi tersebut justru menjadi berkah tersendiri bagi Bakul Wedhok, sebutan bagi ibu-ibu penjual ikan yang umumnya merupakan istri nelayan.
Mereka mendapat kesempatan menjual langsung hasil tangkapan nelayan di sekitar area TPI Baron.
“Biasanya hasil tangkapan cuma lima sampai sepuluh kilogram. Isinya campur, ada ikan kembung, pajung pari, tigawaja,” ujar Wasini kepada wartawan Minggu (4/1/2026).
Meski volume ikan terbatas, Wasini tetap bersyukur karena masih ada keuntungan meski tidak besar.
Penjualan ikan setidaknya membantu menopang ekonomi keluarga nelayan di tengah cuaca laut yang belum bersahabat.
Di sisi lain, penurunan produksi ikan juga berdampak pada pendapatan asli daerah (PAD), khususnya dari sektor retribusi TPI Baron.
Petugas TPI Baron Wasiman mengatakan, meskipun nilai retribusi menurun seiring minimnya hasil tangkapan, Bakul Wedhok tetap membayar retribusi karena memanfaatkan fasilitas TPI.
“Ibu-ibu tetap membayar retribusi karena menggunakan fasilitas TPI, seperti penimbangan ikan dan pembuatan nota,” jelasnya.
Selain itu, nelayan juga meminta tetap membayar retribusi agar data produksi ikan tercatat secara resmi di TPI Baron.
Dengan demikian, meski nilainya kecil, kontribusi retribusi tetap masuk sebagai bagian dari PAD Kabupaten Gunungkidul.
“Bakul Wedhok ini bisa dibilang ikut menyelamatkan retribusi TPI di tengah kondisi laut yang sulit,” imbuhnya. (bas/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita