Sibuk, Petugas TPR Baron Rela Telat Makan Demi Layani Lonjakan Wisatawan Tahun Baru
Yusuf Bastiar• Jumat, 2 Januari 2026 | 03:30 WIB
Petugas Pos TPR Baron sedang melayani kunjungan wisatawan yang hendak berlibur ke kawasan pantai selatan pada Kamis (1/1).
GUNUNGKIDUL - Lonjakan kunjungan wisatawan ke kawasan pantai selatan Gunungkidul pada libur tahun baru berdampak langsung pada padatnya aktivitas di Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Baron.
Demi menjaga kelancaran arus masuk wisatawan, para petugas di pos tersebut bahkan rela menunda waktu makan siang. Koordinator Pos TPR Baron Asrofi mengatakan, peningkatan jumlah wisatawan pada hari libur tahun baru ini cukup signifikan.
Secara persentase, kenaikan kunjungan diperkirakan mencapai 7 hingga 10 persen dibanding hari biasa.
“Persiang hari ini sementara yang sudah direkap sekitar 6.000 pengunjung yang masuk melalui TPR Baron. Jumlah itu masih berpotensi terus bertambah hingga sekitar 8.000 wisatawan,” ujarnya saat ditemui di Pos TPR Baron pada Kamis, (1/1/2026).
Sejak pukul 07.00, kata Asrofi, antrean kendaraan mulai terlihat di area TPR Baron. Kepadatan kian meningkat menjelang siang hari dengan puncak kunjungan terjadi antara pukul 11.00 hingga 13.30.
Bahkan pada rentang waktu pukul 12.00-13.00, antrean kendaraan sempat mengular dari pos TPR hingga lampu merah Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS). Dalam kondisi tersebut, enam petugas yang berjaga di Pos TPR Baron harus bekerja ekstra.
Untuk mencegah antrean semakin panjang dan memicu kemacetan, petugas terpaksa mengatur waktu istirahat makan secara bergantian.
“Kami tidak bisa makan bersamaan. Kalau sampai kosong, penumpukan akan makin parah. Jadi makan siang harus gantian. Saya sendiri baru sempat makan sekitar pukul 13.20,” ujar Asrofi.
Ia menegaskan, penundaan waktu makan bukan menjadi persoalan bagi petugas. Menurutnya, pelayanan kepada wisatawan tetap menjadi prioritas utama, terutama saat kunjungan sedang membludak.
“Kalau telat makan itu nomor sekian. Yang penting pelayanan tetap berjalan dan wisatawan merasa nyaman,” imbuhnya.
Asrofi menambahkan, pada kondisi lonjakan pengunjung tertentu biasanya ada tambahan personel dari Dinas Pariwisata, khususnya untuk melayani kendaraan roda dua.
Namun pada hari tersebut, tidak ada penambahan petugas, sehingga seluruh beban pelayanan ditangani oleh petugas yang ada. Sementara itu, salah satu petugas TPR Baron Wijayanto mengakui kondisi fisik cukup terkuras karena harus terus melayani pembelian tiket sejak pagi hari. Ia baru mendapatkan giliran makan sekitar pukul 14.00.
“Dari pagi sampai siang melayani pengunjung terus. Dua orang makan, lalu bergantian. Kalau tidak begitu, pelayanan bisa kacau,” ujarnya.
Menurut Wijayanto, selain melayani transaksi tiket, petugas juga harus memastikan pengunjung yang tidak menggunakan pembayaran non-tunai mendapatkan pelayanan tunai dengan baik, termasuk menghitung tiket dan uang kembalian.
“Capek dan lapar pasti, tapi ini bagian dari tugas. Kami senang bisa ikut mendukung kelancaran wisatawan yang liburan tahun baru ,” tegasnya.
Ia menambahkan, mayoritas wisatawan yang masuk melalui TPR Baron didominasi kendaraan pribadi dan sepeda motor dengan plat nomor luar daerah, seperti Magelang, Solo, dan Klaten. Sementara wisatawan lokal dari wilayah Jogjakarta dan Gunungkidul sendiri belum terlihat mendominasi.
Dengan lonjakan kunjungan yang masih berpotensi berlanjut, kata dia, petugas memastikan tetap siap memberikan pelayanan terbaik demi kenyamanan wisatawan di kawasan pantai Gunungkidul.
“Para petugas TPR Baron dijadwalkan bertugas mulai pukul 07.00 hingga 16.30 sore,” tandasnya. (bas)