GUNUNGKIDUL - Kepadatan arus lalu lintas menuju kawasan wisata Pantai Drini, Kapanewon Tanjungsari Kabupaten Gunungkidul, tak terelakkan pada puncak libur Tahun Baru.
Seluruh 13 kantong parkir yang tersedia di kawasan tersebut dilaporkan penuh sejak pagi. Hal ini memicu antrean kendaraan mengular hingga tiga kilometer.
Salah seorang petugas parkir Pantai Drini Sutrisno mengatakan, lonjakan kendaraan wisatawan sudah terjadi sejak pukul 04.00 dini hari. Bahkan, sebagian besar kantong parkir telah terisi separuh sejak pukul 06.00 pagi.
Baca Juga: Kerugian Akibat Bencana pada Malam Tahun Baru di Gunungkidul Capai Rp 15,8 Juta
“Pengunjung mulai berdatangan sejak jam 04.00. Jam 06.00 itu parkiran sudah separuh penuh, dan sekitar jam 09.00 seluruh kantong parkir sudah penuh,” ujar Sutrisno saat ditemui di tempat parkir yang ia kelola pada Kamis, (1/1/2026).
Ia menjelaskan, total terdapat 13 titik kantong parkir khusus mobil di kawasan Pantai Drini. Setiap kantong parkir, kata dia, rata-rata mampu menampung lebih dari 100 unit kendaraan roda empat. Sementara itu, kendaraan roda dua disediakan area parkir tersendiri.
“Kalau yang saya kelola ada dua lokasi. Di satu titik bisa menampung hampir 100 mobil pribadi, sementara di area dekat kapal bisa sampai 150-an mobil,” jelasnya.
Menurut Sutrisno, durasi kunjungan wisatawan di Pantai Drini bervariasi. Untuk wisata pantai, rata-rata pengunjung berada di lokasi selama dua hingga empat jam.
Namun, bagi wisatawan yang mengunjungi dua destinasi wisata buatan di kawasan tersebut, waktu kunjungan bisa mencapai enam jam atau setengah hari.
“Kalau di area pantai biasanya 2-3 jam sudah puas, setelah itu pindah. Tapi kalau ke destinasi buatan bisa sampai 5-6 jam karena aktivitasnya banyak,” tegasnya.
Baca Juga: Resolusi Tahun Baru bagi Mahasiswa Akhir: Antara Harapan Lulus dan Tekanan Mental
Padatnya kawasan parkir membuat sistem keluar-masuk kendaraan dilakukan secara bergantian. Kendaraan baru hanya bisa masuk setelah ada kendaraan yang keluar dari area parkir.
Pengalaman menjadi kunci bagi petugas parkir dalam mengatur pergerakan kendaraan di dalam area. Menurut Sutrisno, penataan celah parkir sengaja dibuat agar kendaraan bisa berputar dan keluar tanpa menghambat jalur lain.
“Jam 10.00 sudah mulai ada yang keluar satu dua mobil, baru bisa diisi lagi. Jam 11.00 sampai 12.00 biasanya setengah pengunjung pantai sudah keluar, jadi sirkulasi mulai jalan,” imbuhnya.
Sementara itu, Petugas Satlantas Polres Gunungkidul Brigadir Rian Candra Satria membenarkan kepadatan lalu lintas ke arah Pantai Drini kembali meningkat sejak pagi hari.
“Kepadatan mulai terjadi sekitar pukul 09.00. Antrean kendaraan mengular hingga kurang lebih tiga kilometer dari Simpang Rest Area,” ujarnya.
Ia menambahkan, rekayasa lalu lintas telah diterapkan sejak sehari sebelumnya dengan menempatkan petugas di kantong-kantong parkir.
Arus kendaraan dari arah barat diarahkan lebih dulu ke timur guna menghindari pertemuan arus dengan kendaraan dari TPR timur, seperti Tepus, yang menuju Baron, Kukup, dan sekitarnya.
“Kalau tidak direkayasa, nanti sama-sama tersendat dan tidak bisa bergerak,” jelasnya.
Menurut Brigadir Rian, waktu tempuh dari titik kemacetan hingga masuk kawasan Pantai Drini berkisar antara 30 menit hingga satu jam, tergantung ketersediaan parkir.
“Karena kantong parkir penuh, kendaraan harus antre menunggu yang keluar dulu baru bisa masuk,” pungkasnya. (bas)
Editor : Heru Pratomo