Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Hujan Ekstrem Dipicu Bibit Siklon 96S, BPBD Pastikan Situasi Gunungkidul Kondusif

Yusuf Bastiar • Minggu, 28 Desember 2025 | 20:28 WIB

Situasi Pantai Siung di Kalurahan Purwodadi Kapanewon Tepus Gunungkidul cerah berawan sejak Minggu pagi (28/12).
Situasi Pantai Siung di Kalurahan Purwodadi Kapanewon Tepus Gunungkidul cerah berawan sejak Minggu pagi (28/12).
GUNUNGKIDUL - Hujan dengan intensitas cukup ekstrem yang mengguyur Kabupaten Gunungkidul sejak Jumat siang (26/12) hingga Sabtu pagi (27/12) dipastikan dipicu bibit siklon 96S.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul mencatat sejumlah kejadian dampak cuaca ekstrem, namun secara umum situasi telah terkendali dan cuaca berangsur membaik.

Kepala BPBD Gunungkidul Purwono menjelaskan, hujan lebat yang turun mulai sekitar pukul 14.00 hingga Sabtu pagi pukul 07.00 WIB tersebut berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dipicu keberadaan bibit siklon tropis 96S di Samudera Hindia selatan Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Bibit siklon 96S ini memberikan pengaruh ke wilayah DIJ, termasuk Gunungkidul. Dampak paling terasa terjadi di wilayah pesisir selatan dengan hujan cukup ekstrem,” ujar Purwonoa saat dikonfirmasi pada Minggu, (28/12/2025).

Menurutnya, tingkat kerawanan akibat hujan ekstrem di Gunungkidul meliputi potensi banjir genangan serta gelombang tinggi di kawasan pesisir.

Namun hasil pemantauan BPBD sejak Sabtu pagi hingga siang menunjukkan kondisi cuaca mulai membaik.

“Sabtu pagi hingga siang memang masih mendung, tetapi mulai siang sampai malam cenderung cerah berawan. Hingga hari ini, cuaca di Gunungkidul relatif bagus dan didominasi cerah berawan,” ujarnya.

Kondisi tersebut dinilai cukup kondusif, terutama selama libur Natal dan Tahun Baru. “Cuaca yang membaik ini juga sangat menunjang aktivitas masyarakat serta ekosistem pariwisata di Gunungkidul,” imbuh Purwono.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul Edy Winarta menyampaikan, laporan situasi bencana per Sabtu (27/12) pukul 10.00.

Dalam laporan tersebut, BPBD mencatat sedikitnya 16 kejadian dampak cuaca ekstrem yang tersebar di sejumlah kapanewon.

Dampak yang terjadi antara lain pohon tumbang yang mengganggu akses jalan serta menimpa rumah warga di Wonosari, Playen, Paliyan, dan Tanjungsari. Selain itu, luapan Sungai Oyo menggenangi jalan pemukiman di Banyusoco, Playen.

Genangan air juga terjadi di sejumlah fasilitas umum dan kawasan wisata pantai, seperti Pantai Kukup, Baron, dan Drini. Bahkan, di Pantai Baron, tercatat tiga kapal nelayan tertimpa pohon roboh dan satu kapal tenggelam akibat luapan debit sungai muara.

“Kerusakan fasilitas turut dilaporkan di Pantai Sadeng, berupa kerusakan tenda bongkar pelabuhan perikanan serta genteng Tempat Pelelangan Ikan,” tegas Edy.

Edy mengaku, BPBD Gunungkidul telah melakukan asesmen melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) bersama pihak terkait untuk meminimalkan dampak dan memastikan tidak ada korban jiwa.

Bantuan berupa dukungan peralatan dan permakanan juga disiagakan untuk mendukung penanganan darurat.

Ia mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan dengan aktif memantau informasi resmi BMKG.

“Kami menghimbau agar warga memangkas pohon lapuk, serta menghindari berteduh di bawah pohon besar, tiang listrik, reklame, daerah rawan longsor, dan aliran sungai saat hujan deras disertai angin kencang,” tutupnya. (bas)

Editor : Bahana.
#Yogyakarta #Gunungkidul #wisata gunungkidul #BPBD Gunungkidul