GUNUNGKIDUL - Polres Gunungkidul memastikan seluruh gereja di Bumi Handayani dalam kondisi aman menjelang perayaan Natal 2025.
Kepastian tersebut diberikan setelah jajaran kepolisian bersama Tim Jibom dan KBR Gegana Polda DIY melakukan sterilisasi di sejumlah gereja sebagai langkah antisipasi dini terhadap potensi gangguan keamanan.
Kapolres Gunungkidul AKBP Miharni Hanapi menyampaikan, sterilisasi dilakukan di lima gereja yang tersebar di wilayah Gunungkidul.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen polres untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi umat Kristiani dalam melaksanakan ibadah Natal, sekaligus menjaga kondusivitas wilayah selama masa libur Nataru.
Ia menyebut, pengamanan akan terus diperketat mengingat adanya potensi peningkatan jumlah jemaat, termasuk warga perantau yang pulang ke kampung halaman untuk merayakan Natal bersama keluarga.
“Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi dini guna memastikan keamanan dan kenyamanan umat Kristiani saat menjalankan ibadah,” tegas Miharni kepada wartawan Selasa (23/12/2025).
Baca Juga: Tanpa Yusaku, Rendra Teddy Kembali Bermain saat PSIM Jogja melawan Persijap Jepara
Sterilisasi menyasar lima gereja, masing-masing yakni Gereja ST Petrus Kanisius Wonosari, Gereja Kristen Jawa Wonosari, Gereja Katolik ST. Petrus dan Paulus Kelor Karangmojo, Gereja Kristen Jawa Wiladeg Karangmojo, serta Gereja Katolik Santo Yusup Bandung.
“Sterilisasi ini merupakan langkah awal pengamanan untuk mengantisipasi potensi ancaman, khususnya teror bom atau bahan peledak. Kami ingin memastikan umat dapat beribadah dengan aman dan nyaman,” ujarnya.
Sterilisasi dilakukan oleh Tim Jibom dan KBR Gegana dengan menggunakan peralatan khusus (alsus) deteksi bahan peledak serta deteksi kimia, biologi, dan radioaktif (KBR).
Seluruh area gereja, mulai dari ruang ibadah hingga lingkungan sekitar, disisir secara menyeluruh.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, tim memastikan tidak ditemukan barang mencurigakan maupun berbahaya.
Seluruh gereja yang telah disterilisasi dinyatakan aman dan steril.
Selain itu, Polres Gunungkidul juga mengantisipasi meningkatnya jumlah jemaat, termasuk warga dari luar daerah yang mudik ke Gunungkidul untuk merayakan Natal di kampung halaman.
Pengamanan akan terus diperketat selama masa libur panjang.
“Kami berkomitmen memberikan pengamanan maksimal selama perayaan Natal dan Tahun Baru. Harapan kami, seluruh rangkaian ibadah dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar,” tegasnya.
Kasi Humas Polres Gunungkidul AKP Subarsana menambahkan, kegiatan sterilisasi gereja merupakan agenda rutin pengamanan Nataru.
Langkah tersebut menjadi bagian dari deteksi dini untuk mencegah berbagai potensi gangguan kamtibmas.
“Hasil pengecekan di seluruh gereja tidak ditemukan benda mencurigakan atau bahan berbahaya. Semua gereja dinyatakan aman dan siap digunakan untuk ibadah Natal 2025 hingga Tahun Baru 2026,” imbuhnya. (bas/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita