Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Anggaran dari BGN Seret, SPPG Hargomulyo Gedangsari Hanya Sediakan MBG untuk B3 Balita

Yusuf Bastiar • Rabu, 17 Desember 2025 | 02:29 WIB
TERUS BERLANJUT: Penyaluran program makan bergizi gratis (MBG) untuk siswa di sekolah. Kini, sasaran MBG meluas untuk bumil hingga balita.
TERUS BERLANJUT: Penyaluran program makan bergizi gratis (MBG) untuk siswa di sekolah. Kini, sasaran MBG meluas untuk bumil hingga balita.

 

GUNUNGKIDUL – Satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) Hargomulyo, Kapanewon Gedangsari, terpaksa dihentikan sementara mulai Selasa (16/12). Penghentian dilakukan lantaran anggaran dari Badan Gizi Nasional (BGN) untuk termin berjalan belum juga cair.

Akibatnya,  3.212 penerima manfaat tidak mendapatkan suplai MBG.

Kepala SPPG Hargomulyo, Sulistyawan, mengatakan operasional dapur masih berjalan hari ini. Namun terbatas hanya untuk melayani kelompok balita. Layanan untuk penerima manfaat lainnya belum dapat dilakukan.

“Hari ini masih beroperasi, itu pun hanya melayani B3 balita. Meliputi balita, ibu menyusui, dan ibu hamil. Namun kami di sini baru bisa melayani balita saja, belum sampai ke ibu menyusui dan ibu hamil,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Selasa, (16/1).

Sulistyawan menjelaskan, SPPG Hargomulyo telah beroperasi sejak 4 Agustus 2025. Saat ini, jumlah penerima keseluruhan berjumlah 3.212 jiwa. Terdiri dari balita tercatat sebanyak 304 anak. Sementara untuk sasaran sekolah, dapurnya melayani 24 satuan pendidikan, terdiri dari sembilan TK/PAUD, 11 SD, tiga SMP, dan satu SMK.

“Kalau total keseluruhan penerima manfaat mencapai 3.212 orang. Kapasitas maksimal kami sebenarnya bisa melayani hingga 2.500 siswa per hari, dengan dukungan koki yang sudah bersertifikat,” jelasnya.

Namun demikian, hingga kemarini dana termin terbaru belum juga dicairkan. Sesuai mekanisme, pencairan anggaran MBG dilakukan dua pekan sekali melalui pengajuan proposal. Untuk satu termin dua pekan, menurutnya kebutuhan operasional SPPG Hargomulyo mencapai sekitar Rp 550 juta per dua pekan.

“Saat ini masih ada sisa dana dari termin sebelumnya sekitar Rp 340 juta. Itu hanya cukup untuk operasional pekan kemarin saja. Kalau besok belum ada pencairan, kami tidak bisa beroperasi,” tegas Sulistyawan.

Seluruh aktivitas dan jumlah penerima manfaat telah dilaporkan secara rutin melalui sistem BGN setiap hari. Namun, hingga kini pihaknya masih menunggu proses pencairan dari pemerintah pusat.

“Kemarin disampaikan, karena banyak dapur yang masih memiliki sisa anggaran dan ada juga dapur baru, pencairannya dilakukan satu termin dua pekan. Kemungkinan akhir tahun ini memang mepet,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Perwakilan Yayasan LKS Nursaba SPPG Hargomulyo Novia Tri Astuti. Melalui surat resmi yang disampaikan kepada pihak sekolah, yayasan menyatakan distribusi MBG dihentikan sementara waktu terhitung mulai 16 Desember 2025 akibat kendala administratif dan teknis berupa belum turunnya anggaran dari BGN.

“Untuk sementara kami belum dapat memastikan kapan distribusi MBG dapat dilanjutkan kembali,” paparnya.

Ia menyampaikan, keputusan penghentian sementara operasional SPPG Hargomulyo diambil karena karena dana dari BGN tak kunjung masuk. Ia menilai, hal ini disebabkan Desember bertepatan dengan tutup tahun anggaran.

“Pemberitahuan resmi akan segera disampaikan setelah anggaran cair dan siap didistribusikan,” imbuhnya. (bas)

Editor : Heru Pratomo
#Hargomulyo #ibu #Gunungkidul #LKS #Gedangsari #B3 #Seret #SPPG #Anggaran #BGN #balita