GUNUNGKIDUL - BPBD Gunungkidul memastikan kondisi Gua Pindul masih aman untuk dikunjungi meski memasuki musim hujan. Kendati demikian, potensi banjir dan longsor tetap perlu diwaspadai terutama saat terjadi cuaca ekstrem berkepanjangan. Memasuki puncak musim hujan yang diperkirakan berlangsung Desember hingga Februari, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul mengeluarkan pernyataan kewaspadaan terkait potensi bencana di kawasan wisata.
Sejumlah destinasi disebut perlu meningkatkan monitoring, mulai dari potensi longsor di wilayah perbukitan hingga ancaman banjir di kawasan wisata berbasis sungai dan gua. Kepala BPBD Gunungkidul Purwono menyampaikan, informasi tersebut merupakan bagian dari pemetaan bencana yang dilakukan tim daerah, dengan merujuk koordinasi bersama BPBD DIJ.
“Gunungkidul rawan bencana di destinasi wisata pada musim penghujan ini. Mulai dari Nglanggeran, Sriten, terkait waspada longsor, dan waspada banjir di wisata Pindul, Kali Suci, Goa Jomblang serta beberapa lainnya," ujar Purwono kepada wartawan pada Minggu, (7/12/2025).
Menurutnya, ancaman bencana bersifat situasional dan sangat dipengaruhi intensitas hujan. Untuk kawasan Gua Pindul, lanjut dia, potensi banjir maupun longsor dapat terjadi apabila hujan ekstrem berlangsung dalam durasi panjang. Kendati demikian, ia menilai kondisi saat ini masih cenderung aman.
Ketika nanti cuaca ekstrem, pihaknya akan mengeluarkan peringatan dini dan melakukan memonitoring lapangan lebih ketat. "Wisata air seperti di Pindul itu kombinasi antara potensi longsor dan banjir," jelasnya.
Purwono juga mengimbau wisatawan agar tetap mematuhi arahan petugas di lapangan karena sistem keselamatan telah diterapkan di setiap lokasi wisata. "Wisatawan sudah ada safety-nya, petugas juga mengawasi. Kuncinya mematuhi arahan petugas karena pemicu kejadian biasanya berawal dari curah hujan yang ekstrem," tambahnya.
Terkait kewaspadaan yang disebut BPBD, pengelola Gua Pindul menegaskan operasional wisata selalu mengikuti kondisi alam. Pengelola tidak membuka layanan wisata apabila debit air melonjak di luar batas aman.
Pengelola Gua Pindul dari Sekretariat Dewa Bejo Arif Sulistyo mengatakan, standar operasional penutupan telah berjalan sejak lama sebagai langkah pencegahan. "Ketika debit air melebihi kapasitas, kita tutup sampai kembali normal. Karena ini wisata alam, setiap hujan ekstrem kami tidak melayani wisatawan," ujar Arif. (bas/laz)