Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Buntut Dispar DIY Umumkan Destinasi Wisata Rawan Bencana, 300 Wisatawan Batalkan ke Gua Pindul

Yusuf Bastiar • Senin, 8 Desember 2025 | 02:32 WIB

 

SEPI: Kondisi Sekretariat Dewa Bejo, salah satu Pengelola Gua Pindul nampak sepi kemarin (7/25) sore.
SEPI: Kondisi Sekretariat Dewa Bejo, salah satu Pengelola Gua Pindul nampak sepi kemarin (7/25) sore.

GUNUNGKIDUL - Dampak pengumuman Dinas Pariwisata DIJ terkait potensi kerawanan bencana di sejumlah destinasi wisata, mulai terasa. Gua Pindul, salah satu ikon wisata susur sungai bawah tanah di Gunungkidul, menjadi lokasi yang ikut terseret dalam pemberitaan itu hingga memicu gelombang pembatalan kunjungan wisatawan.


Pihak pengelola melaporkan, sepanjang Desember ini terdapat sedikitnya 14 rombongan atau sekitar 300 wisatawan yang membatalkan rencana berlibur mereka. Kemarin (7/12) saja, beberapa grup wisata kembali mengurungkan kunjungan. Situasi ini menciptakan keresahan bagi pengelola dan pelaku ekonomi yang menggantungkan mata pencaharian dari sektor pariwisata.


Pengelola Gua Pindul dari Sekretariat Dewa Bejo Arif Sulistyo menyayangkan penyebutan Gua Pindul dalam informasi rawan longsor tanpa adanya kajian lapangan terlebih dahulu. Ia menegaskan selama 15 tahun pengelolaan, belum pernah ditemukan kejadian batu runtuh maupun longsor di dalam gua.


“Sejak 2010 saya mengelola Gua Pindul, tidak pernah ada longsor ataupun batu jatuh. Informasi rawan longsor itu kurang tepat, karena belum ada pihak atau dinas melakukan kajian di lokasi," tegas Arif saat dikonfirmasi Minggu (7/12).


Arif menilai, informasi yang disampaikan tanpa verifikasi berpotensi menimbulkan kerugian besar. Ia mengaku telah mengembalikan dana pemesanan (DP) kepada sedikitnya tujuh rombongan, dengan nominal mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah per grup. "Ada rombongan yang DP-nya Rp 3 juta, ada juga Rp 500 ribu. Semua saya kembalikan karena mereka membatalkan kunjungan," ujarnya.


Tak hanya itu, ia juga mengaku dampaknya itu melebar ke pendapatan harian warga Kalurahan Bejiharjo yang berada di area wisata Gua Pindul. UMKM hingga ibu-ibu PKK yang biasa memasak saat akhir pekan, kata dia, sampai tidak ada pesanan. Ia menyebut denyut ekonomi warga di kawasan wisata seperti rantai, lanjut dia, jika satu terdampak maka sektor lain akan terkena imbasnya.


Kendati demikian, pengelola memastikan kondisi Gua Pindul saat ini aman untuk aktivitas wisata. Debit air dan kejernihan sungai disebut berada pada level normal. Pengelola juga membuka ruang koordinasi dan inspeksi bersama pihak pemerintah guna memastikan keamanan serta memberikan ketenangan bagi publik.


"Keselamatan dan kenyamanan pengunjung adalah prioritas kami. Kami berharap informasi yang beredar ke depan lebih akurat dan terverifikasi agar kepercayaan wisatawan kembali pulih," tutur Arif.


Menanggapi situasi itu, Wakil Bupati Gunungkidul Joko Parwoto meminta, masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik menanggapi informasi potensi bencana alam. Menurutnya, fenomena alam seperti gempa dan longsor tidak dapat diprediksi secara pasti, namun pemerintah telah menyiapkan langkah mitigasi.


"Seluruh destinasi di Gunungkidul masih beroperasi seperti biasa dengan pengawasan pemerintah daerah, BPBD, Dinas Pariwisata, TNI-Polri dan pengelola," ujarnya.


Joko memastikan keamanan wisatawan menjadi prioritas dan wisata Gunungkidul masih layak dikunjungi. Ia kembali mengajak wisatawan agar tetap percaya dan melanjutkan rencana kunjungan. “Gunungkidul aman, kondusif, dan siap menyambut Anda dengan pengalaman wisata yang berkesan," tegasnya. (bas/laz)

Editor : Herpri Kartun
#goa pindul #Wisata #Dispar DIY