GUNUNGKIDUL - Sebuah kandang kambing milik warga di Padukuhan Gunungbutak, Kalurahan Giripanggung, Kapanewon Tepus, Gunungkidul, dilaporkan terbakar sekitar pukul 23.30 WIB pada Kamis malam (4/12).
Kendati tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun bangunan semi permanen berukuran 4x8 meter terbakar hingga 80 persen.
Kasubbag TU Damkarmart Gunungkidul Ngadiyono menjelaskan, peristiwa bermula saat pemilik Mulyorejo (75) menyalakan perapian untuk mengusir nyamuk dan menghangatkan kandang kambing pada sore hari.
Api kemudian ditinggal pemilik beristirahat, dan diduga bara yang tidak sepenuhnya padam menyambar tumpukan kayu bakar di sekitar kandang.
“Pemilik mendengar suara seperti letupan dari samping rumah saat malam hari. Setelah dicek, ternyata api sudah membesar membakar tumpukan kayu. Warga kemudian berteriak meminta bantuan,” ujar Ngadiyono saat dikonfirmasi pada Jumat, (5/12/2025).
Mendapat laporan, lanjut Ngadiyono, petugas Damkarmart Gunungkidul segera menerjunkan dua unit armada Blambir dan satu unit pikap operasional TRC untuk melakukan pemadaman.
Proses penanganan kebakaran berlangsung selama kurang lebih 1,5 jam hingga api berhasil dipadamkan dan dilakukan pendinginan lokasi.
Sementara itu, Kepala Damkarmart Gunungkidul Handoko menambahkan, bahwa tidak ada ternak yang menjadi korban dalam kejadian tersebut. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp 2 juta.
“Penanganan sudah dilakukan dengan pemadaman, pendinginan serta assessment. Untuk sementara, kandang tidak bisa digunakan dan rencana tindak lanjut akan dilakukan kerja bakti pembersihan puing bekas kebakaran,” terang Handoko.
Baca Juga: Bukan Terlambat, Begini Penyebab Dana Desa 2025 Tahap Dua Giripeni Kulon Progo Tertunda
Tim yang terlibat dalam upaya penanganan di antaranya TRC BPBD Gunungkidul, Damkarmart Gunungkidul, pemerintah Kalurahan Giripanggung, serta masyarakat setempat. Pihak BPBD juga mengusulkan dukungan logistik satu paket permakanan besar untuk kegiatan kerja bakti.
“Kebakaran ini kembali menjadi pengingat agar masyarakat lebih waspada terhadap potensi api terutama dari sumber pembakaran manual yang ditinggalkan tanpa pengawasan,” tutup Handoko. (bas)
Editor : Heru Pratomo