Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sungai Bawah Tanah Baron Masih Keruh, Pembersihan Area Pompa Intake Terkendala Derasnya Arus

Yusuf Bastiar • Rabu, 26 November 2025 | 05:50 WIB
Kondisi pompa intake di sungai bawah tanah Pantai Baron pada Selasa sore (25/11).
Kondisi pompa intake di sungai bawah tanah Pantai Baron pada Selasa sore (25/11).

 

 

GUNUNGKIDUL - Upaya pemulihan layanan air bersih PDAM Tirta Handayani terus berlangsung setelah banjir dan peningkatan kekeruhan di sungai bawah Tanah Baron memaksa penghentian sementara distribusi air ke pelanggan sejak Senin pagi (24/11).

Sedikitnya 14 ribu sambungan rumah di Kapanewon Tanjungsari, Paliyan, Saptosari, dan Panggang masih terdampak.

Humas PDAM Tirta Handayani Rachmad menjelaskan, kondisi arus sungai bawah tanah masih menjadi kendala utama dalam proses pembersihan area pompa intake.

“Arus masih deras dan ada tumpukan sampah yang masuk. Ini menghambat pembersihan,” ujar Rachmad saat dihubungi pada Selasa, (25/11).

Menurutnya, banjir sebelumnya membawa berbagai material sampah yang menyangkut di pompa intake. Kondisi arus kuat membuat proses pembersihan harus menunggu situasi benar-benar aman. Ia menyampaikan, setelah arus mereda, pembersihan sampah akan dilakukan.

Kemudian, kata dia, pihaknya juga akan melakukan pengendapan air sungai sebelum air kembali disalurkan agar kualitasnya benar-benar aman. “Kendala kami ada pada derasnya arus sehingga risiko bagi petugas sangat tinggi,” jelasnya.

Kendati arus masih deras, Rachmad menyebut tingkat kekeruhan telah turun menjadi 76 NTU. Angka tersebut jauh lebih rendah dibanding puncaknya yang sempat mencapai 322 NTU.

Namun, arus yang belum stabil membuat tim belum dapat turun penuh untuk pembersihan total. Kini, dua dari empat pompa yang tersedia telah dinyalakan dengan kapasitas produksi sementara sekitar 50 liter/detik.

Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Baron Marjono menyebut, tidak adanya hujan susulan sejak Senin menjadi faktor positif bagi percepatan pemulihan kondisi air.

Baca Juga: Pupuk Subsidi Turun 20% untuk Wujudkan Ketahanan Swasembada Pangan

Ia menambahkan pembersihan juga dilakukan untuk mencegah sampah terbawa arus hingga ke bibir pantai yang dapat mengganggu kebersihan dan kenyamanan wisatawan.

“Sejak kemarin tidak ada intensitas hujan di Wonosari maupun kawasan Baron. Ini bisa mempercepat pemulihan warna air. Tapi kondisi arus di sungai bawah tanah masih cukup deras,” imbuh Marjono. (bas/pra)

Editor : Heru Pratomo
#pantai baron #NTU #Rachmad #Pompa Intake #wonosari #Gunungkidul #PDAM Tirta Handayani #sungai bawah tanah #Sampah