Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Luas Hampir Separo DIY Gunungkidul Rawan Kebakaran, Sudah Ada 266 Kasus Kerugian hingga Rp 2,3 M

Yusuf Bastiar • Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB
PENDINGINAN: Petugas pemadam kebakaran saat memadamkan api di kandang ayam wilayah Mojosari, Hargosari, Tanjungsari Rabu (5/11).
PENDINGINAN: Petugas pemadam kebakaran saat memadamkan api di kandang ayam wilayah Mojosari, Hargosari, Tanjungsari Rabu (5/11).

 

GUNUNGKIDUL - Ancaman kebakaran di Kabupaten Gunungkidul terus meningkat dalam satu tahun terakhir ini. Kondisi geografis dan karakter sosial wilayah yang kompleks mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul memperkuat upaya pencegahan melalui kegiatan sosialisasi dan simulasi penanggulangan kebakaran kepada masyarakat.

Kepala BPBD Gunungkidul Purwono menjelaskan, wilayah Gunungkidul memiliki tingkat kerawanan kebakaran yang tinggi.

 

Menurutnya, dengan luas mencapai 46 persen dari total wilayah DIY dan didominasi kawasan hutan seluas 16.787 hektare, Gunungkidul memiliki potensi kebakaran lahan yang besar. Ia menilai, potensi tersebut terutama pada musim kemarau ketika vegetasi mengering dan mudah tersulut api.

 Baca Juga: Pupuk Subsidi Turun 20% untuk Wujudkan Ketahanan Swasembada Pangan

“Secara geografis, Gunungkidul memiliki risiko kebakaran yang kompleks. Vegetasi kering saat kemarau dan kondisi perbukitan membuat api mudah menyebar,” ujar Purwono kepada wartawan pada Selasa, (25/11/2025).

 

Kerentanan kebakaran tidak hanya terjadi pada kawasan hutan, tetapi juga pada permukiman. Purwono menyebut jumlah kejadian kebakaran rumah, kandang ternak, bangunan, serta lahan terus meningkat dalam setahun terakhir.

Sepanjang 2025, BPBD mencatat 266 kejadian kebakaran yang tersebar di berbagai kapanewon. Kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp2,3 miliar, meski tidak ada korban jiwa dalam rentetan kejadian tersebut.

 Baca Juga: Strategi Ampuh Mencegah Demam Berdarah di Musim Hujan

“Upaya penanggulangan kebakaran masih terkendala minimnya sarana prasarana pemadam kebakaran,” tegasnya.

 

Sebagian besar insiden dipicu oleh kelalaian manusia serta instalasi listrik yang tidak standar, ditambah cuaca panas dan angin kencang yang mempercepat penyebaran api. Sementara kebakaran lahan lebih sering terjadi di wilayah perbukitan dan area pertanian yang mengering selama musim kemarau panjang.

 

“Gunungkidul yang luas ini hanya memiliki dua pos utama, yakni di Wonosari dan Karangmojo,” tegas dia.

 Baca Juga: Keuntungan Menanam Kelapa Genjah di Kulon Progo Diklaim Turunkan Risiko Kecelakan Penyadap Nira

BPBD mendorong masyarakat untuk aktif terlibat dalam pencegahan, termasuk memperhatikan instalasi listrik, penggunaan kompor gas, hingga perilaku membakar sampah.

Purwono juga mengimbau masyarakat segera melaporkan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran dan mendukung pengawasan terhadap sarana-prasarana pemadam kebakaran di lingkungan masing-masing. Ia bahkan mendorong pembentukan organisasi relawan kebakaran berbasis komunitas sebagai bentuk penguatan.

 

“Kondisi ini menjadi dasar pentingnya sosialisasi. Masyarakat harus memahami risiko, aware terhadap bahaya kebakaran, dan mengetahui langkah penanggulangan awal,” jelasnya.

 Baca Juga: Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesra 2025: Lebih dari Sekadar Bantuan Tunai, Momentum Evaluasi Kesejahteraan Nasional

Sementara itu, Wakil Bupati Gunungkidul Joko Parwoto menegaskan, kebakaran masih menjadi ancaman serius bagi warga. Menurutnya, selain minimnya kesadaran, tantangan terbesar adalah keterbatasan waktu tanggap pemadam kebakaran yang belum mampu menjangkau seluruh wilayah luas Kabupaten Gunungkidul.

 

“Sebagian besar kasus kebakaran sebenarnya bisa dicegah. Korsleting listrik, kelalaian penggunaan kompor gas, hingga pembakaran sampah adalah contoh kecil yang berdampak besar,” ujar Joko. (bas)

Editor : Heru Pratomo
#kebakaran hutan #Gunungkidul #wakil bupati #BPBD #DIY #Ancaman Kebakaran #Joko Parwoto