Perpustakaan Melati Terbitkan Buku Saku Cegah Stunting, Penguatan Literasi Kesehatan di Patuk
Yusuf Bastiar• Jumat, 21 November 2025 | 04:15 WIB
Kepala Perpustakaan Melati Oktavia Eka Purnama sedang menunjukkan buku saku Pintar Cegah Stunting.
GUNUNGKIDUL - Perpustakaan Melati Kalurahan Patuk resmi meluncurkan Buku Saku Pintar Cegah Stunting, sebuah media edukasi kesehatan yang dirancang untuk memperkuat pemahaman masyarakat tentang pencegahan stunting melalui pendekatan literasi.
Buku setebal 66 halaman ini menjadi bagian dari program yang didanai melalui Dana Keistimewaan (Danais).
Kepala Perpustakaan Melati Oktavia Eka Purnama menjelaskan, penerbitan buku ini merupakan langkah strategis untuk memastikan masyarakat memiliki sumber informasi yang mudah diakses dan dipahami terkait kesehatan keluarga.
“Kami membuat produk edukasi yang kemudian dibagikan ke masyarakat,” ujar Okta saat ditemui Perpustakaan Melati Patuk pada Kamis, (20/11/2025).
Penyusunan buku berlangsung selama tiga bulan melalui kolaborasi antara Perpustakaan Melati, UPT Puskesmas Patuk 1, serta pamong kalurahan.
Menurut Oktavia, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program rutin edukasi stunting yang dilakukan puskesmas di perpustakaan setiap bulan.
Ia menambahkan, ke depan perpustakaan berupaya meningkatkan kualitas dan kuantitas buku.
Okta mengaku, bila anggaran memungkinkan, pihaknya berharap setiap rumah di Kalurahan Patuk dapat memiliki satu buku saku.
“Kami ingin memperkuat gerakan literasi kesehatan. Sosialisasi dari puskesmas sudah berjalan baik, maka kami lengkapi dengan buku supaya masyarakat punya pegangan,” terangnya.
Dari sisi substansi, buku ini memuat uraian komprehensif terkait upaya pencegahan stunting mulai dari masa kehamilan hingga anak usia balita.
Di dalamnya dijelaskan tentang pentingnya periode 1000 hari pertama kehidupan (HPK) sebagai masa emas pertumbuhan yang menentukan kualitas kesehatan anak di masa depan.
Buku ini juga menggambarkan berbagai bentuk intervensi gizi spesifik dan sensitif.
Mulai dari pemeriksaan kehamilan secara rutin, pemantauan tumbuh kembang anak, pemberian imunisasi, hingga suplementasi zat gizi seperti tablet tambah darah (TTD) untuk ibu hamil dan remaja putri.
Selain itu, buku ini menyajikan penjelasan detail mengenai pemenuhan gizi ibu hamil dan menyusui, lengkap dengan contoh menu harian serta panduan porsi yang sesuai dengan kebutuhan energi.
Materi mengenai ASI eksklusif dan MP-ASI juga dijabarkan secara runtut, mulai dari manfaat menyusui, teknik pelekatan, posisi menyusui, hingga pengenalan makanan pendamping berbahan lokal yang aman dan bergizi.
Tidak hanya berhenti pada pemberian makan, buku ini turut menekankan pentingnya pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita.
Dijelaskan dengan runtut cara membaca grafik pada KMS, mendeteksi gangguan pertumbuhan. Kemudian, langkah rujukan juga dijabarkan bila ditemukan tanda-tanda penyimpangan.
Di bagian akhir, buku ini membahas pencegahan anemia pada remaja putri, menjelaskan penyebab, dampak, hingga upaya pencegahannya melalui pola makan bergizi, fortifikasi pangan, dan konsumsi suplemen zat besi.
Seluruh materi disusun dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami oleh masyarakat umum, terutama ibu hamil, ibu menyusui, kader posyandu, dan remaja putri.
“Terkait isi buku tersebut, kami didampingi ketat oleh dinas kesehatan dan puskesmas,” imbuhnya.
Sementara itu, Lurah Patuk Catur Bowo memberikan apresiasi atas upaya Perpustakaan Melati dalam memperkuat budaya literasi dan kesadaran kesehatan masyarakat.
Ia menekankan bahwa buku ini diharapkan menjadi panduan praktis yang mampu mendorong keluarga di Patuk untuk memahami pentingnya perbaikan gizi, pola asuh, serta kesehatan ibu dan anak.
Ia menilai, hadirnya buku saku ini merupakan langkah penting dalam gerakan pencegahan stunting dan pembangunan generasi yang lebih sehat dan berkualitas.
“Sosialisasi dilakukan Puskesmas berjalan, dari sisi literasi kami juga imbangi,” pungkasnya. (bas)