Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Setelah Terhenti Delapan Tahun, Pembangunan Ruas Jalan Simpang Kepek-Ngobaran Kembali Bergulir

Yusuf Bastiar • Senin, 17 November 2025 | 22:18 WIB

Proses pembangunan ruas Jalan Simpang Kepek-Ngobaran setelah sempat terhenti sejak pembangunan tahap awal pada 2017.
Proses pembangunan ruas Jalan Simpang Kepek-Ngobaran setelah sempat terhenti sejak pembangunan tahap awal pada 2017.
GUNUNGKIDUL - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali melanjutkan pembangunan ruas Jalan Simpang Kepek-Ngobaran setelah sempat terhenti sejak pembangunan tahap awal pada 2017.

Ruas jalan yang menjadi akses vital menuju kawasan wisata Pantai Ngobaran itu kembali dikerjakan dengan dukungan anggaran Instruksi Presiden (Inpres).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul Rakhmadian Wijayanto menjelaskan, pembangunan tahap terbaru mencakup peningkatan jalan sepanjang 800 meter yang melintasi Desa Kepek dan Desa Kanigoro.

Ruas ini menjadi bagian dari total panjang jalan yang masih menyisakan sekitar 3,5 kilometer untuk bisa benar-benar menuntaskan koneksi hingga kawasan wisata.

“Ini dibantu melalui Inpres yang telah kami ajukan ke pemerintah pusat. Usulan kami dipenuhi karena ruas Simpang Kepek-Ngobaran merupakan jalur wisata yang sangat vital,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Senin, (17/11/2025).

Rakhmadian menambahkan, pekerjaan di lapangan kini sudah mulai terlihat dengan aktivitas sejumlah alat berat yang mengerjakan trase jalan.

Proyek yang dikerjakan oleh PT Arena Reka Buana ini, kata dia, dialokasikan anggaran sebesar Rp27,7 miliar dan ditargetkan selesai pada 31 Desember 2025.

Selain peningkatan badan jalan, pembangunan juga mencakup pembuatan drainase dan pemerataan kontur karena trase jalan membelah kawasan perbukitan karst.

“Kami juga fokus pada pembangunan drainase agar tidak terjadi genangan saat musim hujan. Ini penting untuk menjaga kualitas konstruksi jalan,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menyoroti persoalan limbah galian C yang muncul selama proses pembangunan.

Menurutnya, volume limbah dalam sehari cukup besar dan perlu ditangani dengan baik agar tidak menimbulkan masalah baru bagi masyarakat maupun lingkungan.

Kendati banyak yang membutuhkan, Endah mengingatkan bahan galian tersebut tidak boleh dijual.

“Karena itu saya meminta lurah dan pihak terkait untuk berkoordinasi mencari lokasi pembuangan yang tepat,” tegasnya.

Endah mengakui lalu lintas alat berat selama pekerjaan berlangsung juga berpotensi berdampak pada kondisi jalan lain di sekitar proyek.

Koordinasi lintas sektor pun diperlukan untuk meminimalkan gangguan bagi warga.

Ia berharap, pembangunan ruas Simpang Kepek-Ngobaran dapat kembali dilanjutkan melalui Inpres pada tahun depan sehingga keseluruhan jalur dapat tersambung utuh.

“Ruas ini akan menguatkan konektivitas wilayah selatan Gunungkidul, meningkatkan akses pariwisata, serta memperlancar distribusi hasil pertanian dan perikanan,” tegasnya. (bas)

Editor : Bahana.
#Gunungkidul #Ruas Jalan Simpang Kepek