GUNUNGKIDUL - Bantuan droping air bersih di Kabupaten Gunungkidul 2025 mengalami penurunan. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, baru 216 tangki yang tersalurkan. Padahal, tahun ini telah disediakan 881 tangki air bersih.
Staf Penyaluran Air Bersih Bidang Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Gunungkidul Agung Prasetya menjelaskan, rendahnya realisasi droping air tahun ini disebabkan kondisi musim kemarau yang tidak berlangsung lama. Menurutnya, pola cuaca yang tidak biasa membuat sejumlah wilayah masih diguyur hujan di awal periode kemarau.
Baca Juga: Resmi Berskala Dunia, Borobudur Marathon Raih Elite Label World Athletics
“Pada Mei-Juni sebenarnya sudah memasuki musim kemarau, tetapi masih sering turun hujan,” ujar Agung saat dikonfirmasi Minggu (16/11).
Situasi ini, berbeda jauh dengan tahun lalu. Saat itu, BPBD menyiapkan sekitar 1.500 tangki dan seluruhnya terserap. Karena kemarau lebih panjang dan kekeringan meluas. “Kemarau 2025 relatif pendek,” sebutnya.
Baca Juga: Percepat Pencarian Korban Longsor Cibeunying Cilacap, Pemerintah Lakukan Modifikasi Cuaca
Dari total penyaluran tahun ini, ada delapan kapanewon dan 11 kalurahan yang menerima droping. Wilayah paling banyak menerima bantuan berada di Kapanewon Rongkop dan Tepus. Dengan beberapa kalurahan seperti Semugih dan Giripangpung mendapat jatah hingga puluhan tangki.
Sementara wilayah lain seperti Patuk, Gedangsari, Ngawen, Semin, dan Nglipar, menerima dalam jumlah lebih kecil sesuai kebutuhan.
Baca Juga: PSIM Jogja Minim Latihan Resmi di Stadion Sultan Agung Bantul, Pelatih Van Gastel Berikan Penjelasan
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul Edy Winarta menambahkan, distribusi 216 tangki tersebut menghabiskan anggaran sebesar Rp 45.595.600 dari pos logistik. Menurutnya, anggaran masih mencukupi jika terjadi permintaan tambahan di akhir tahun.
Edy mengimbau, agar masyarakat segera berkoordinasi dengan pemerintah kalurahan apabila mengalami kesulitan memperoleh air bersih. Meski kemarau lebih pendek, potensi kekeringan lokal tetap bisa terjadi di beberapa titik Gunungkidul.
“Jika sewaktu-waktu ada permohonan dari kalurahan yang terdampak kekeringan, BPBD tetap siap menyalurkan,” ungkapnya. (bas/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita