GUNUNGKIDUL - Ratusan calon jemaah haji (CJH) asal Gunungkidul khususnya yang berangkat pada musim haji 2026 mulai menjalani pemeriksaan istithaah di RSUD Wonosari dan puskesmas sejak Senin (3/11/2025).
Pemeriksaan ini merupakan tahapan penting menjadi syarat utama bagi CJH.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Gunungkidul Mukotip mengatakan, pemeriksaan dijadwalkan berlangsung selama tujuh hari mulai 3-9 November 2025 dengan target 325 CJH.
Proses ini juga wajib diikuti bagi seluruh CJH sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.
“Setelah dinyatakan sehat dan memenuhi syarat istithaah, jemaah dapat melanjutkan ke tahap pelunasan biaya haji,” ujar Mukotip saat ditemui di ruang kerjanya Kamis (6/11/2025).
Mukotip menjelaskan, CJH akan menjalani serangkaian pemeriksaan fisik dan mental di fasilitas pelayanan kesehatan untuk memastikan kesiapan jasmani dan rohani.
Proses ini dilakukan secara terkoordinasi antara Kankemenag Gunungkidul, Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Bagian Kesra Setda Gunungkidul, RSUD Wonosari, serta seluruh UPT Puskesmas di wilayah setempat.
“Kami bersyukur seluruh tahapan berjalan lancar. Petugas kesehatan baik di RSUD maupun puskesmas telah bekerja dengan tulus ikhlas dalam memberikan pelayanan, pendampingan, dan pemeriksaan kesehatan kepada calon jemaah haji,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Gunungkidul Sugondo mendukung penuh penyelenggaraan layanan kesehatan bagi CJH 2026.
Ia memastikan seluruh jajaran instansinya berkomitmen menyukseskan penyelenggaraan haji dalam aspek kesehatan.
Baca Juga: Waspada! Kota Jogja Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi hingga Akhir November
“Kami telah berkoordinasi dengan RSUD dan puskesmas untuk pelayanan pemeriksaan serta entri data ke dalam sistem Siskohatkes,” jelas Sugondo.
Setelah tahap pemeriksaan istithaah, kata dia, CJH akan mengikuti pembinaan kesehatan guna menjaga kondisi tubuh dan mengendalikan faktor risiko penyakit.
Dengan terselenggaranya pemeriksaan istithaah kesehatan ini, seluruh CJH asal Gunungkidul diharapkan dapat berangkat dalam kondisi sehat dan siap melaksanakan ibadah haji dengan lancar dan mabrur.
“Pemeriksaan kesehatan ini menjadi dasar pembinaan kesehatan jemaah haji, agar kondisi mereka tetap prima sejak di tanah air hingga di Tanah Suci,” tambahnya. (bas/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita