GUNUNGKIDUL - Fenomena tanah ambles muncul di Padukuhan Telong Wareng, Karangmojo, Gunungkidul. Memiliki diameter empat meter dengan kedalaman lebih dari empat meter.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul Edy Winarta mengatakan, tanah yang ambles berada di samping sumur milik Maryadi, 72. Sumur sendiri memiliki kedalaman 17 meter lebih. “Titik amblesan berjarak sekitar empat meter dari rumah utama,” jelas Edy saat dikonfirmasi Senin (3/11).
Menurut laporan tim reaksi cepat (TRC) yang dia terima, sumur di lokasi tersebut sudah lama tidak digunakan. Karena pemilik rumah kini menggunakan sambungan air PAM.
Kini, petugas TRC BPBD telah memasang garis pembatas aman di sekitar lokasi untuk mencegah warga mendekat.
Selanjutnya, kata dia, pihaknya akan melakukan kajian untuk menentukan penyebab dan langkah penanganan yang tepat. “Langkah awal kami adalah memastikan area sekitar sumur aman dan tidak ada aktivitas warga di sekitar lubang,” tambah Edy.
Sementara Jogoboyo Kalurahan Karangmojo Agus Budi Anto mengungkapkan, amblesan tanah tersebut sudah terjadi sekitar sepuluh hari lalu. Awalnya, kata dia, lubang hanya berdiameter sekitar satu meter.
Namun akibat intensitas hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir, lubang semakin melebar dan dalam. Menurutnya, lubang amblesan tersebut bukan berada di dalam sumur. Tapi di sisi samping menjorok ke dapur rumah.
Baca Juga: Tak Ada Jemuran di Sekitar Tangga, Warga Imogiri Bersiap Sambut Pemakaman Pakubuwono XIII
“Sempat ditutup pakai sampah daun dan tanah. Tapi karena hujan terus-menerus, tanahnya makin turun dan sekarang sudah lebih dari lima meter,” ujar Agus.
Dia mengaku, warga bersama pemerintah kalurahan berencana melakukan tindakan peanganan setelah ada rekomendasi resmi dari BPBD. Warga Padukuhan Telogo Wareng siap bergotong royong untuk membantu perbaikan. Mengingat kondisi pemilik rumah yang sudah lanjut usia dan tinggal seorang diri. “Tradisi saling bantu itu sudah jadi kebiasaan di dusun kami,” tegasnya. (bas/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita