GUNUNGKIDUL - Musim penghujan, tak menyurutkan minat wisatawan berkunjung ke pantai Gunungkidul
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Baron Marjono mengatakan, aktivitas wisatawan seperti di Pantai Baron, Pantai Kukup, dan Pantai Indrayanti masih dipadati wisatawan.
Terutama saat libur akhir pekan, Sabtu dan Minggu.
Aktivitas wisatawan di pantai selalu ramai.
“Dari pantauan kami, di musim penghujan ini pengunjung di kawasan Baron masih relatif ramai. Meskipun sempat diguyur hujan, wisatawan tetap bertahan dan kembali beraktivitas begitu cuaca membaik,” ujar Marjono saat dihubungi pada Minggu, (26/10/2025).
Hari ini misalnya, Marjono menyebut, dari pagi hingga siang kawasan Baron diguyur hujan.
Tetapi setelah cuaca cerah, pantai kembali dipadati pengunjung.
Ia menjelaskan, fenomena ini berbeda dibandingkan beberapa tahun sebelumnya ketika musim hujan di penghujung tahun biasanya disertai penurunan jumlah wisatawan.
Namun karena bertepatan dengan momentum libur Natal dan Tahun Baru yang semakin dekat, arus kunjungan diperkirakan tetap tinggi.
“Di tahun-tahun sebelumnya biasanya memang ada penurunan pengunjung saat musim hujan. Tapi karena ini sudah mendekati akhir tahun, pengunjung tetap ramai. Kami tetap siaga, baik untuk pengawasan laut maupun darat,” tambahnya.
Sebagai langkah antisipasi, tim Satlinmas Rescue telah melakukan pengecekan dan perawatan peralatan evakuasi, baik untuk penanganan kecelakaan di laut maupun potensi bencana darat seperti pohon tumbang atau genangan air di area wisata.
Petugas juga disiagakan di sejumlah titik rawan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan wisatawan yang berkunjung.
“Saat ini kondisi pantai juga sangat kondusif, angin landai, gelombang tidak tinggi, dan langit cerah. Jadi wisatawan bisa tetap menikmati suasana pantai selatan dengan aman,” jelas Marjono.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata Gunungkidul Supriyanta menegaskan, pihaknya telah meminta seluruh pengelola destinasi wisata di wilayah Gunungkidul untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim hujan.
Mengingat sebagian besar destinasi di wilayah ini merupakan wisata alam seperti pantai, gua, dan perbukitan, kesiapsiagaan dianggap menjadi hal mutlak.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pengelola destinasi wisata agar meningkatkan kewaspadaan dan menyiapkan mitigasi bencana. Keselamatan pengunjung harus menjadi prioritas utama,” ujar Supriyanta.
Ia menambahkan, pengelola destinasi diimbau melakukan pengecekan fasilitas dan jalur evakuasi, serta segera melakukan penanganan jika ditemukan sarana yang rusak atau berpotensi membahayakan wisatawan.
Selain itu, langkah preventif seperti pemangkasan pohon rawan tumbang, penguatan tebing, dan pemasangan papan peringatan di titik berisiko juga menjadi perhatian utama.
“Kami melakukan pemantauan lapangan secara berkala untuk memastikan standar keamanan dan keselamatan wisata tetap terpenuhi,” tegasnya. (bas)
Editor : Meitika Candra Lantiva