Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Warga Kemiri Bersihkan Telaga Lebak, Berharap Pemerintah Kabupaten Gunungkidul Atasi Pendangkalan Telaga

Yusuf Bastiar • Rabu, 22 Oktober 2025 | 02:45 WIB

 

Warga Kemiri menyambut datangnya musim hujan dengan membersihkan telaga.
Warga Kemiri menyambut datangnya musim hujan dengan membersihkan telaga.

GUNUNGKIDUL - Menjelang musim hujan, warga Padukuhan Kemiri, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, telah usai membersihkan Telaga Lebak. Namun, di balik semangat gotong royong itu, tersimpan harapan besar agar pemerintah Kabupaten Gunungkidul segera mengatasi pendangkalan yang mengancam keberlangsungan sumber air tersebut.

Telaga yang terletak di tepi Jalan Raya Baron KM 13 kini mengalami pendangkalan cukup parah. Menurut warga, kondisi ini menyebabkan daya tampung air menurun dan mempercepat penyusutan air, terutama saat musim kemarau. Anggota Karang Taruna Pabmanaba Kalurahan Kemiri Rizkiyanto menuturkan, pembersihan dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus menjaga keberlangsungan fungsi telaga.

 Baca Juga: Lapas Magelang Kelebihan Kapasitas Hampir 300 Persen, Petugas Siaga 24 Jam Antisipasi Gangguan Keamanan

“Dulu kedalaman Telaga Lebak bisa mencapai tiga meter, tapi sekarang tinggal sekitar satu setengah sampai dua meter saja. Itu pun kalau airnya penuh,” jelas Rizki saat ditemui pada Selasa (21/10).

Ia menambahkan, sedimentasi dari jalan dan limpasan air hujan membuat dasar telaga semakin dangkal. Jika tidak segera ditangani, menurutnya, pendangkalan ini dapat mengganggu penampungan air, bahkan mengancam kehidupan ekosistem di dalam telaga.

Meski warga terus berupaya menjaga kebersihan telaga, Rizki berharap Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dapat turun tangan untuk melakukan pengerukan dan perawatan lebih lanjut.

“Pengerukan dasar telaga butuh alat berat dan biayanya besar. Harapannya ada perhatian dari pemerintah supaya pendangkalan ini bisa diatasi dan debit air tetap terjaga,” pungkas Rizkiyanto.

 Baca Juga: Insiden Bocah Tertimpa Kentongan di Kopi Ingkar Janji, Pemkab Kulon Progo Diminta Meningkatkan Standar Keamanan Pada Ruang Publik

Selain sumber air, telaga ini juga dimanfaatkan oleh warga untuk budi daya ikan saat musim hujan. Rizki khawatir jika pendangkalan terus terjadi, ditambah debit airnya cepat surut budidaya ikan warga akan gagal. Sehingga, Ia menilai pentingnya dukungan dari pemerintah kabupaten agar upaya pelestarian Telaga Lebak dapat berjalan berkelanjutan dan memberi manfaat bagi masyarakat luas.

 

“Ya Khawatir sebelum sempat panen ikan, airnya sudah habis. Ini kan jadi tambahan ekonomi warga,” terangnya.

 

Sementara itu, Dukuh Kemiri Mujono mengungkapkan, puluhan warga Kemiri menandai datangnya musim penghujan dengan membersihkan telaga. Sebab, bersih telaga merupakan tradisi warga yang rutin dilakukan setiap menjelang musim hujan. Kendati demikian, ia juga mengatakan jika telaga tidak dibersihkan, daya tampung telaga berkurang dan air tidak bisa menumpuk maksimal. “Ini upaya warga menjaga telaga,” sebutnya. (bas)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#sumber air #musim hujan #Padukuhan Kemiri #Telaga Lebak #Kalurahan Kemiri #musim kemarau #kabupaten gunungkidul #Kapanewon Tanjungsari