GUNUNGKIDUL - Kebakaran melanda gedung karaoke di Padukuhan Candipitu, Kalurahan Jatiayu, Kapanewon Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul pada Minggu (19/10/2025) pagi.
Kendati tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian materi diperkirakan mencapai Rp 50 juta.
Menurut laporan UPT Damkarmart BPBD Gunungkidul, api berasal dari salah satu ruang karaoke di lantai bawah gedung dan dengan cepat membesar hingga menghanguskan dua ruang karaoke serta satu ruang lobi.
Api berhasil dipadamkan berkat kesigapan petugas Damkarmat Gunungkidul yang dibantu warga sekitar.
Kasubag Tata Usaha UPT Damkarmat Gunungkidul Ngadiyono menjelaskan, bahwa laporan kebakaran diterima dari warga yang melihat asap tebal keluar dari dalam gedung.
Setelah petugas Damkarmart dan warga bahu-mebahu memadamkan api, kata dia, sekitar satu jam, api berhasil dipadamkan.
Kemudian, lanjut Ngadiyono, personilnya langsung melakukan pendinginan pada bangunan yang terbakar.
Menurutnya, langkah ini diambil sebagai tindakan pencegahan supaya api tidak kembali berkobar.
“Begitu laporan masuk, tim segera bergerak ke lokasi. Api cukup besar karena banyak material mudah terbakar di dalam gedung,” ujar Ngadiyono saat dihubungi.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Gunungkidul Sumadi membenarkan, peristiwa tersebut dan menyebut penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.
“Untuk sementara dugaan awal terkait korsleting listrik, namun penyebab pastinya masih menunggu hasil pemeriksaan petugas berwenang,” jelasnya.
Menurutnya, terdapat satu warga bernama Rita Wulandari (38) dilaporkan terdampak secara sosial akibat insiden tersebut, meski tidak mengalami luka-luka.
Sumadi memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka berat dalam kejadian itu.
Ia menambahkan, penanganan pascakebakaran difokuskan pada asesmen dan perbaikan mandiri oleh pemilik gedung.
BPBD Gunungkidul mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di bangunan dengan instalasi listrik padat dan tertutup.
“Kami sudah melakukan pendataan dan koordinasi dengan pihak terkait, termasuk PLN dan kepolisian, untuk memastikan lokasi aman dari potensi kebakaran susulan,” kata Sumadi. (bas)
Editor : Meitika Candra Lantiva