Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dinas Pendidikan Gunungkidul Lakukan Pembinaan Pembina Pramuka Usai Siswa SDN Kamal Tewas di Sungai

Yusuf Bastiar • Jumat, 17 Oktober 2025 | 18:50 WIB
MUSIBAH: Siswa SDN Kamal di Kalurahan Wunung, Wonosari ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai Kamal seusai mengikuti kegiatan pramuka, Rabu malam (15/10).
MUSIBAH: Siswa SDN Kamal di Kalurahan Wunung, Wonosari ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai Kamal seusai mengikuti kegiatan pramuka, Rabu malam (15/10).

GUNUNGKIDUL - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Gunungkidul memberikan pembinaan kepada dua pembina Pramuka SDN Kamal, Wonosari, setelah insiden meninggalnya seorang siswa berinisial GS (8) yang ditemukan tewas di sungai dekat sekolahnya pada Rabu lalu (15/10).

Kepala Disdik Gunungkidul Nunuk Setyowati menyampaikan, pihaknya telah memanggil dan memberikan pembinaan terhadap kedua pembina yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Keduanya adalah S (62), warga Kalurahan Kemiri Kapanewon Tanjungsari dan H (38), warga Padukuhan Kamal, Kalurahan Wunung, Wonosari.

“Kami sudah temui dua pembina tersebut dan telah melakukan pembinaan,” ujar Nunuk saat dihubungi pada Jumat, (17/10/2025).

Kepala Disdik tersebut mengungkapkan pembina pramuka, S telah memiliki sertifikat pembina level nasional.

Kemudian, S dibantu H sebagai penjaga sekolah dalam menjalankan kegiatan Pramuka.

Ia menegaskan, pembinaan juga diberikan kepada seluruh jajaran di SDN Kamal, termasuk kepala sekolah dan guru, lanjut Nunuk, agar kejadian serupa tidak terulang.

Selain itu, Disdik Gunungkidul telah menginstruksikan seluruh sekolah di wilayahnya untuk meninjau kembali pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler Pramuka, khususnya dalam hal penyesuaian kegiatan dengan tingkat usia siswa dan manajemen risiko di lapangan.

Nunuk menyebut, pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap format dan pengawasan kegiatan ekstrakurikuler, agar keamanan peserta didik menjadi prioritas utama.

Menurutnya, kegiatan pramuka harus disesuaikan dengan kemampuan anak dan memperhatikan manajemen risikonya.

“Kami sudah instruksikan kepada semua sekolah agar kegiatan Pramuka menyesuaikan dengan tingkatan siswa mulai prasiaga, penggalang, dan seterusnya,” imbuhnya.

Nunuk menambahkan, pihaknya juga telah melakukan pertemuan dengan keluarga korban. Dalam pertemuan tersebut, kata Nunuk, keluarga menyampaikan telah menerima kejadian ini sebagai musibah.

Kendati demikian, lanjut dia, pihak keluarga mengaku menyayangkan tidak adanya pemberitahuan kepada orang tua terkait kegiatan Pramuka yang diikuti GS.

“Orang tuanya sudah mengikhlaskan. Namun mereka menyampaikan harapan agar kedepan kegiatan besar seperti itu bisa dikomunikasikan dengan orang tua,” kata Nunuk.

Menurutnya, masukan dari keluarga menjadi bahan evaluasi bagi Dinas Pendidikan untuk memperbaiki sistem komunikasi dan pengawasan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.

“Apa yang disampaikan keluarga menjadi catatan penting bagi kami, agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” tegasnya.

Sebelumnya, Polsek Wonosari telah melakukan penyidikan untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.

Kapolsek Wonosari Kompol Edy Purnomo mengatakan, pihak keluarga telah bertemu dengan pihak sekolah.

Kemudian, kata Edy, sementara waktu keluarga korban menerima peristiwa ini sebagai musibah.

Selain itu, dari hasil pemeriksaan medis ditemukan tanda-tanda lebam mayat, wajah pucat, dan darah dari telinga kiri yang diduga akibat benturan di bagian belakang kepala.

Namun, Edy menegaskan tidak ada tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban.

“Untuk sementara kami belum menemukan indikasi tindak pidana. Namun penyelidikan tetap kami lanjutkan untuk memastikan penyebab pasti kematian korban,” imbuhnya. (bas)

Editor : Bahana.
#Dinas Pendidikan Gunungkidul #Pramuka #Gunungkidul #siswa tewas