Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Warga Pelembutan, Wonosari, Gunungkidul Kompak Cegah Banjir dengan Gotong Royong Bangun Talut

Yusuf Bastiar • Selasa, 14 Oktober 2025 | 03:30 WIB

 

Warga Pelembutan bersama bupati dan jajaran TNI-Polri berinisiatif membangun talut dan membersihkan lingkungan sebagai langkah mitigasi bencana Senin (13/10).
Warga Pelembutan bersama bupati dan jajaran TNI-Polri berinisiatif membangun talut dan membersihkan lingkungan sebagai langkah mitigasi bencana Senin (13/10).
 

 

GUNUNGKIDUL - Semangat gotong royong kembali menguat di Kalurahan Pelembutan, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul. Warga bersama perangkat kalurahan, didampingi jajaran Pemerintah Kabupaten Gunungkidul serta unsur TNI-Polri bersama-sama membangun talut dan membersihkan lingkungan sebagai langkah antisipatif menghadapi musim hujan.

Lurah Pelembutan Sukono mengatakan, kegiatan kerja bakti tersebut merupakan inisiatif masyarakat. Hal ini untuk mengantisipasi kejadian seperti tahun lalu berupa banjir. “Kami belajar dari pengalaman tahun lalu,” ujar Sukono di sela-sela gotong royong Senin (13/10).

 Baca Juga: Winger Andalan Cedera, PSIM Jogja Terancam Kehilangan Anton Fase saat Lawan Persita Tangerang Pekan Ini

Dia menambahkan, pembangunan talut dilakukan secara bertahap. Setelah menerima bantuan material dari pemerintah kabupaten, warga berinisiatif melanjutkan pengerjaan dengan swadaya. “Masih kurang sekitar 30 meter persegi lagi, dan itu akan dilanjutkan oleh warga secara mandiri,” bebernya.

Saat ini, sudah ada sumbangan dua rit batu. Kemudian ada satu rit pasir dan uang Rp 1 juta dari masyarakat.

 Baca Juga: DIY Sabet Dua Medali Pertama dari Cabor Judo pada PON Bela Diri 2025 di Kudus

Menurut Sukono, semangat gotong royong ini bukan sekadar membangun fisik infrastruktur. Tetapi juga membangun kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan.

 

Dia mengingatkan, persoalan banjir tak akan selesai jika masyarakat tidak ikut berperan aktif. “Kalau semua ikut kerja bakti, nanti siapa saja yang buang sampah di sungai akan jadi musuh satu dusun,” ujarnya sambil tersenyum.

 Baca Juga: Viral, Begini Alasan Gubernur DIY Hamengku Buwono X Jarang Pakai Pengawalan saat Perjalanan Darat

Selain pembangunan talut, Kalurahan Pelembutan juga telah menerima bantuan renovasi rumah tidak layak huni (RTLH) dari program pemerintah. Salah satu rumah yang sempat hampir roboh akibat banjir tahun lalu kini telah selesai direnovasi dan layak dihuni kembali.

 

Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih yang ikut hadir menegaskan, pemerintah kabupaten akan terus berupaya memperkuat infrastruktur pengairan di wilayah rawan bencana. Baik banjir maupun kekeringan.

 

Dia juga meminta pemerintah kalurahan dan masyarakat untuk aktif menyampaikan kebutuhan pengairan ke dinas terkait agar dapat segera ditindaklanjuti. “Pemerintah kabupaten tahun ini mendapat bantuan irigasi air tanah di 40 lokasi, masing-masing senilai Rp1,8 miliar per titik,” beber Endah.

 Baca Juga: Viral, Begini Alasan Gubernur DIY Hamengku Buwono X Jarang Pakai Pengawalan saat Perjalanan Darat

Dia berharap, semangat gotong royong seperti di Pelembutan dapat menjadi contoh bagi kalurahan lain. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat merupakan pondasi utama dalam membangun ketahanan lingkungan. Sekaligus memperkuat modal sosial Kabupaten Gunungkidul.

 

“Saya sudah koordinasi dengan Pak Lurah. Kalau ada kebutuhan untuk pengairan ladang atau air bawah tanah, langsung lapor ke dinas pertanian supaya bisa diprioritaskan,” tambahnya. (bas)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#gotong royong #Kapanewon Wonosari #Banjir #Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih #Kalurahan Pelembutan #Rumah tidak layak huni (RTLH) #kabupaten gunungkidul