Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

AHY Tinjau Proyek Irigasi di Gunungkidul, 32 Hektare Lahan Pertanian di Karangmojo Kini Bisa Panen 3 Kali dalam Setahun

Yusuf Bastiar • Kamis, 9 Oktober 2025 | 03:55 WIB

 

AHY sedang melakukan pengecekan pada mesin pompa irigasi di Sumur JIAT Kelor pada Rabu (8/10/2025) sore.
AHY sedang melakukan pengecekan pada mesin pompa irigasi di Sumur JIAT Kelor pada Rabu (8/10/2025) sore.
 
GUNUNGKIDUL - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayaha Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meninjau proyek irigasi di Sumur JIAT Kelor, Kalurahan Kelor, Kapanewon Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul.
 
Proyek irigasi ini berhasil membuka akses air bersih untuk irigasi seluas 32 hektare lahan pertanian.
 
Dalam kunjungan lapangan tersebut, AHY menyebut adanya irigasi pertanian untuk petani di Karangmojo diklaim sangat luar biasa.
 
Baca Juga: Siapa Menyusul SP? Kajari Sleman Pastikan Ada Tersangka Lain Korupsi Dana Hibah Pariwisata
 
Pasalnya, indeks pertanaman naik dari dua kali panen menjadi tiga kali panen dalam setahun.
 
Ia menyebut keberadaan infrastruktur irigasi baru membawa perubahan besar bagi petani di wilayah yang selama ini dikenal tandus dan kekurangan air.
 
“Tadi kita melihat langsung pompa air tanah yang mengalir dengan baik dan airnya bersih. Ini bisa memenuhi kebutuhan petani untuk pertanian,” ujar AHY saat melakukan peninjauan pada Rabu, (8/10/2025).
 
Baca Juga: Gubernur DIY Hamengku Buwono X Ingatkan Warga Tak Gadaikan dan Jual Tanah usai 128 Warga Gunungkidul Terima Sertifikat Hak Milik
 
Proyek Sumur JIAT Kelor memanfaatkan air tanah dengan kedalaman mencapai 102 meter dan debit air sebesar 40 liter per detik.
 
Dari jumlah tersebut, sekitar 30 liter per detik digunakan untuk mengairi lahan pertanian, sementara sisanya dimanfaatkan untuk kebutuhan air bersih masyarakat sekitar.
 
AHY menilai proyek irigasi di Gunungkidul menjadi contoh bagaimana kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten mampu mengatasi tantangan ketersediaan air di wilayah dengan topografi karst.
Baca Juga: Manfaatkan Kuota di TPST Piyungan, Pemkot Jogja Angkut 1.500 Ton Sampah dalam Hitungan hari
 
“Dengan air yang cukup, produktivitas meningkat dan kesejahteraan petani pun ikut naik. Ini bentuk nyata dari pembangunan yang berpihak pada rakyat,” tambah AHY.
 
Tak hanya itu, bagi AHY, air merupakan hak mendasar. Tanpa air, lanjut dia, tidak ada kehidupan. Baginya keberadaan infrastruktur irigasi menjadi titik vital yang menentukan masa depan pertanian di Gunungkidul.
 
Berdasarkan data teknis, proyek bernilai Rp 498,45 juta tersebut dilaksanakan mulai 16 Juni hingga 22 Desember 2025, dengan lingkup pekerjaan meliputi rehabilitasi rumah genset, saluran irigasi sepanjang 219 meter, serta pengadaan dan pemasangan genset dan panel listrik.
 
Baca Juga: Usai Tenggak Miras COD, Enam Orang Warga Magelang Tewas
 
Gubernur DIJ Hamengku Buwono X yang turut mendampingi kunjungan tersebut mengapresiasi terhadap hasil pembangunan.
 
Ia berharap dengan adanya irigasi, kesejahteraan petani meningkat dengan hasil panen yang lebih banyak.
 
“Sebagian masyarakat Gunungkidul kini bisa menikmati air bersih, terutama untuk pertanian. Lahan-lahan yang dulu tidak bisa ditanami kini bisa menumbuhkan padi,” ujarnya. (bas)
Editor : Winda Atika Ira Puspita
#ahy #proyek irigasi #akses air bersih #lahan pertanian #Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan #Gubernur DIY Hamengku Buwono X