Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Masuki Masa Pancaroba, BPBD Gunungkidul Siaga Hadapi Potensi Bencana

Yusuf Bastiar • Rabu, 8 Oktober 2025 | 05:45 WIB
Petugas BPBD Kabupaten Gunungkidul melaksanakan pemotongan pohon di Jalan Nasional Wonosari - Jogja sebagai bentuk mitigasi bencana alam selama musim pancaroba.
Petugas BPBD Kabupaten Gunungkidul melaksanakan pemotongan pohon di Jalan Nasional Wonosari - Jogja sebagai bentuk mitigasi bencana alam selama musim pancaroba.
GUNUNGKIDUL - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam seiring memasuki masa pancaroba atau peralihan musim dari kemarau menuju penghujan. Langkah antisipasi dilakukan melalui penyiapan personel, logistik, serta koordinasi dengan pihak terkait untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem seperti angin kencang, hujan deras, longsor, dan banjir.
 
Ketua Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi (PKRR) BPBD Gunungkidul Nanang Irawanto menjelaskan, masa pancaroba tahun ini ditandai dengan perubahan cuaca yang tidak menentu.
 
Baca Juga: Seleksi Terbuka JPT Sleman Saring Kandidat Lolos, Harda Kiswaya Akan Pilih Orang Yang Bisa Momong Bawahan
 
“Pagi hingga siang hari biasanya cerah, namun menjelang sore dapat berubah menjadi mendung dan diikuti hujan deras disertai angin kencang,” terangnya kepada wartawan pada Selasa, (7/10).
 
Memasuki masa pancaroba, pihaknya mengaku sudah menyiagakan personel dan logistik dengan perencanaan mitigasi maupun penanganan untuk menghadapi potensi bencana. Berdasarkan koordinasi dengan BMKG DIY, kata Nanang, musim hujan diperkirakan mulai terjadi pada dasarian ketiga bulan Oktober ini. Ia menambahkan, tanda-tanda peralihan musim sudah mulai terlihat dari meningkatnya intensitas hujan di beberapa wilayah Gunungkidul. 
 
Baca Juga: Dua Warga Magelang Tewas usai Menenggak Miras Oplosan, Polresta Magelang Masih Telusuri asal Minuman Mematikan Tersebut
 
“Sudah ada dilaporkan masuk terkait kejadian hujan disertai angin kencang yang menimbulkan dampak di sejumlah titik,” ujarnya.
 
Nanang menyebut musim pancaroba tahun ini telah melanda wilayah Gunungkidul pada Jumat pekan lalu (3/10). Cuaca ekstrem dalam bentuk hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilatan petir dan angin kencang mengguyur sejumlah wilayah, terutama di Kapanewon Semin, Ngawen, dan sekitarnya.
 
Baca Juga: Kisah Fanani Meniti Hidup lewat Buku Lawas, dari Modal Rp 17 Ribu Hasil Jual Perhiasan Pemberian Ibu, Kini Jadi Lima Gudang Buku di Jogja
 
Menurut data yang dihimpun dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Gunungkidul, kata Nanang, sebanyak 35 unit rumah dan fasilitas umum dilaporkan mengalami kerusakan akibat cuaca ekstrem tersebut. 
 
“Kerusakan bervariasi, mulai dari atap rumah yang tersapu angin, pohon tumbang, hingga terganggunya jaringan listrik di beberapa titik,” ujarnya.
 
Sepanjang tahun 2025, BPBD Gunungkidul mencatat sebanyak 279 kejadian bencana akibat cuaca ekstrem, termasuk angin kencang dan pohon tumbang. Untuk mengantisipasi risiko tersebut, masyarakat diimbau melakukan langkah sederhana seperti memangkas dahan dan ranting pohon yang lapuk atau terlalu rindang.
 
Baca Juga: Dua Warga Magelang Tewas usai Menenggak Miras Oplosan, Polresta Magelang Masih Telusuri asal Minuman Mematikan Tersebut
 
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul Sumadi menyebut, pihaknya juga telah menyiapkan personel dan perlengkapan tanggap darurat untuk membantu masyarakat terdampak jika bencana terjadi sewaktu-waktu.
 
“Tim kami sudah siap dan akan segera meluncur ke lokasi jika dibutuhkan. Selain itu, kami terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan,” kata Sumadi.
 
BPBD Gunungkidul juga terus memperluas jaringan kalurahan tangguh bencana (Katana) sebagai bagian dari strategi mitigasi berbasis masyarakat. Program ini, lanjut Sumadi, dapat memperkuat kapasitas warga dalam menghadapi ancaman bencana di wilayah masing-masing. Dengan berbagai langkah kesiapsiagaan ini, ia mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang cepat di masa pancaroba.
 
“Selalu memperbarui informasi cuaca dari sumber resmi,” tambahnya. (bas)
Editor : Sevtia Eka Novarita
#pancaroba #potensi bencana #katana #Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) #Gunungkidul #Cuaca Ekstrem #kalurahan tanggap bencana #BMKG DIY #BPBD Gunungkidul