Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gunungkidul Bersiap Sambut Investasi Pabrik Gaplek, Petani Singkong Diharapkan Mendapat Kepastian Pasar

Yusuf Bastiar • Senin, 6 Oktober 2025 | 22:53 WIB

Harga gaplek di Gunungkidul tiap tahunnya selalu mengalami penurunan harga jual. Dengan adanya investasi di sektor gaplek, Pemkab Gunungkidul menyebut ini bisa menjadi solus
Harga gaplek di Gunungkidul tiap tahunnya selalu mengalami penurunan harga jual. Dengan adanya investasi di sektor gaplek, Pemkab Gunungkidul menyebut ini bisa menjadi solus
GUNUNGKIDUL - Rencana investasi pabrik gaplek di Kabupaten Gunungkidul mulai memasuki tahap penjajakan.

Investor asal Sangahi kini tengah melakukan uji laboratorium terhadap sampel gaplek dari Gunungkidul untuk memastikan spesifikasi produk sesuai dengan kebutuhan mereka.

Jika berhasil, pabrik ini diproyeksikan membutuhkan pasokan 10 hingga 20 ton gaplek setiap bulan.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Rismiyadi menjelaskan, bahwa potensi produksi singkong di Gunungkidul sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

“Gunungkidul memiliki lahan singkong seluas 40 ribu hektar dengan hasil panen yang bisa mencapai 800 ton gaplek per tahun. Kapasitas ini sudah lebih dari cukup untuk menyuplai permintaan investor,” ujar Rismiyadi kepada wartawan pada Senin, (6/10/2025).

Menurutnya, periode panen singkong dan ketersediaan gaplek berlangsung pada bulan Juli hingga Oktober.

Selama waktu tersebut, produksi gaplek dilakukan secara intensif oleh petani.

Rismiyadi menekankan bahwa dengan adanya pabrik gaplek, distribusi hasil panen tidak lagi bergantung sepenuhnya pada pasar tradisional atau tengkulak.

Petani akan dapat langsung menyetorkan hasil olahan mereka ke pabrik dengan skema kemitraan yang akan dirancang pemerintah daerah bersama investor.

“Kami akan mengawal proses investasi ini agar terealisasi di Gunungkidul. Gaplek adalah produk khas yang selama ini harganya cenderung turun, sehingga dengan adanya pabrik, petani bisa memiliki kepastian pasar dan harga,” tambahnya.

Terpisah, Anggota DPRD Gunungkidul Komisi D Ery Agustin Sudiyanti yang bermitra langsung dengan Dinas Pertanian, mendukung penuh rencana ini.

Ia menyebut pabrik gaplek rencananya akan dibangun di Kawasan Peruntukan Industri (KPI) Semin yang sudah sesuai dengan tata ruang wilayah.

Dengan dukungan pemerintah kabupaten dan legislatif, kata dia, investasi gaplek di Gunungkidul diharapkan menjadi titik balik bagi petani singkong.

Selain menjaga keberlanjutan produksi, pabrik ini bagi Ery dapat menjadi motor penggerak ekonomi lokal sekaligus memperkuat identitas Gunungkidul sebagai sentra gaplek.

“Gunungkidul memang daerah penghasil gaplek, dan dengan adanya pabrik ini akan memberikan efek ganda bagi petani. Tidak hanya ada kepastian pasar, tapi juga harapan akan kepastian harga yang lebih stabil,” ujarnya.

Ery menambahkan, harga gaplek di tingkat petani selama ini sering terpuruk di kisaran Rp1.000 hingga Rp1.500 per kilogram.

Dengan hadirnya pabrik, diharapkan kondisi ini bisa berubah sehingga ekonomi petani semakin berdaya.

“Kami di Komisi D akan terus mengawal agar persyaratan perizinan bisa segera dipenuhi. Jika semua aspek teknis dan regulasi sudah terpenuhi, tentu kami akan mendorong agar investasi ini segera terealisasi,” imbuhnya. (bas)

Editor : Bahana.
#Yogyakarta #Gunungkidul #Gaplek